TIPS ANAK TETAP FIT SAAT BERPUASA


Islam mewajibkan puasa bagi seseorang yang telah akhil baligh, namun sebelum anak akhil baligh biasanya orang tua telah mengajari anak berpuasa. Banyak segi positif dari berpuasa yang bermanfaat yang diajarkan orang tua untuk anaknya. Sejak anak Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kesehatan0 Comments

LAPORAN KASUS EPISODE DEPRESI BERAT TANPA GANGGUAN PSIKOTIK


LAPORAN KASUS NON PSIKOTIK


EPISODE DEPRESI BERAT TANPA GEJALA PSIKOTIK (F32.2)

  1. I. IDENTITAS PASIEN

Nama                                 : Ny.E

Jenis Kelamin                    : Perempuan

Umur                                 : 28 Tahun

Status perkawinan             : Menikah

Agama                               : Islam

Warga Negara                   : Indonesia

Pendidikan Terakhir          : SMA

Pekerjaan                           : Ibu Rumah Tangga

Alamat                              :Perumnas Antang Blok I no. 13

Datang ke poli jiwa           : 26 september 2011

 

LAPORAN PSIKIATRIK

Diperoleh dari aloanamnesis dari Ny. Anwar, 58 tahun, ibu rumah tangga, alamat Jl.Perumnas antang Blok I no. 13 Makassar, ibu kandung pasien.

 

  1. II. Riwayat penyakit
    1. A. Keluhan Utama

Sering melamun

  1. B. Riwayat gangguan sekarang

Keluhan dialami sejak 1 bulan yang lalu, pasien  sering melamun karena memikirkan anaknya,  ia tidak mempunyai pekerjaan dan tidak mendapatkan nafkah dari suaminya selama 2 tahun. Pasien berpisah dengan suami karena ada ketidakcocokan dengan keluarga suami terutama mertua dan tante dari suami. Sekarang suami pasien telah mengirimkan surat cerai. Karena tidak bisa bercerita pasien tiba-tiba menangis di mesjid saat selesai sholat tarwih, dia menganggap masalah yang dihadapinya sekarang adalah kesalahannya dan merasa mungkin karena pernah berdosa kepada orang tuanya. Sejak saat itu perasaan pasien sering tidak enak namun tidak tahu bagaimana membahasakannya. Terkadang pasien merasa takut saat pasien merasa penyakitnya akan datang. Terkadang pikirannya terasa kosong, tidak tau harus melakukan apa, pasien sulit berkonsentrasi. Pasien sulit memulai tidur, jika tertidur, pasien sering terbangun tengah malam dan tidak dapat tertidur lagi dan nafsu makan pasien menurun. Pasien menikah sejak tahun 1997 di palopo dan sejak itu pasien tinggal bersama mertua dan bertetangga dengan tante dari suami pasien. Pasien dijodohkan dengan suaminya yang merupakan keluarga jauhnya. Tante suaminya selalu ingin mencampuri semua urusan rumah tangga pasien. Sejak itu hubungan pasien dengan tante dan mertuanya kurang baik. Sedang suami juga diam saja, terlalu menurut kepada tantenya. Pasien pernah berobat di puskesmas.

Hendaya Disfungsi

Hendaya sosial                        : +

Hendaya pekerjaan                 : +

Hendaya waktu senggang       : +

 

Faktor Stressor psikososial      : Masalah keluarga

 

  1. C. RIWAYAT GANGGUAN SEBELUMNYA
  • Riwayat penyakit terdahulu :

-          Trauma (-)

-          Infeksi   (-)

-          Kejang   (-)

  • Riwayat Penggunaan zat Psikoaktif

-          Narkotika (-)

-          Merokok  (-)

-          Alkohol     (-)

  • Riwayat Gangguan Psikiatrik sebelumnya :

Pasien tidak memiliki riwayat gangguan jiwa sebelumnya

 

 

  1. D. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI
    1. Riwayat prenatal dan perinatal (0-1)

Pasien lahir dengan kondisi normal, cukup bulan dan proses persalinan dibantu oleh bidan. Sewaktu hamil, ibu pasien dalam keadaan sehat, ibu tidak mengkonsumsi alkohol dan tidak merokok.

  1. Riwayat masa kanak-kanak (sejak lahir hingga usia 1-3 tahun)

Pasien mendapat ASI sampai umur ± 2 tahun. Pertumbuhan dan perkembangan baik, seperti anak sebayanya.

  1. Riwayat masa kanak pertengahan (4-11 tahun)

Pasien masuk SD umur 6 tahun, prestasi di sekolah biasa-biasa saja, pertumbuhan dan perkembangan baik seperti anak sebayanya.

  1. Riwayat masa kanak akhir dan remaja ( 12-18 tahun)

Pasien melanjutkan sekolah sampai tamat SMA, prestasi biasa saja. Hubungan dengan teman sebaya baik, namun pasien dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan tidak senang bergaul.

  1. Riwayat masa dewasa
    1. Riwayat Pendidikan

Setelah tamat SMA pasien ingin melanjutkan pendidikan di bangku kuliah namun dijodohkan oleh tantenya.

  1. Riwayat Pekerjaan

Pasien pernah menjadi SPG saat tamat SMA.

  1. Riwayat pernikahan

Pasien telah menikah sejak tahun 1997 dan mempunyai 2 orang anak (♀ , ♂   )

  1. Riwayat kehidupan keluarga

Pasien merupakan anak ke-3 dari 6 bersaudara (♀  , ♂  , , ♂  , ♂, ♂  )

Hubungan dengan keluarga baik. Riwayat gangguan yang sama pada keluarga tidak ada.

  1. Situasi sekarang

Pasien tinggal dengan ibu, ayah, saudara, ipar, dan dua orang anaknya.

  1. Persepsi pasien tentang dirinya

Pasien menyadari bahwa apa yang dialaminya sudah mengganggu aktivitas dan berharap keluhannya dapat teratasi.

 

III. AUTOANAMNESA

DM      : Assalamu’alaikum bu, saya uni ,dokter muda yang bertugas di sini. Dengan ibu siapa?

P           : Er dok

DM      : Oke, ibu er. Ada yang bisa saya bantu bu?

P           : Sering lain-lain perasaan ku dok.

DM      : Lain-lain bagaimana bu? Ada yang ibu cemaskan?

P           : Saya pikirkan anak-anakku dok, masih kecil-kecil baru saya tidak punya kerja

DM      : Suami ta’ mana bu?

P          : Sudah lama pisah dok

DM      : Kalau bisa tau, pisahnya karena apa dan sudah berapa lama?

P      : Ada masalah dengan keluarganya suamiku, sekitar dua tahunmi saya kembali ke rumahnya orang tuaku dok.

DM      : Oh begitu, ibu tidak sering melamunji?

P           : Sering dok, baru kalau saya melamun tiba-tiba kayak kosong pikiranku

DM      : Bisa di jelaskan kosong bagaimana yang kita’ maksud bu? Apa kita’ pikir kalau sedang melamun bu??

P           : Tidak tau dok, tiba-tiba kayak kosong saja dok, saya pikirkanji ini masalahku dok.

DM     :Mungkin kita pernah merasa mendengarkan bisikan-bisikan di telingata’ atau melihat sesuatu yang orang lain tidak lihat?

P          : Tidak pernahji dok.

DM      : Oh, bagaimana awal mulanya ini bu? Sejak kapan ibu mulai sering melamun seperti ini?

P           : Waktu bulan puasa kemarin dok saya pergi taraweh di mesjid, tiba-tiba saya menangis lama sekali dok.

DM      : Memangnya apa yang ibu rasakan?

P         : Saya pikir mungkin masalahku ini karena ada dosaku sama orangtuaku, mungkin memang ada salahku sampai mertuaku seperti ini.

DM          : memangnya mertuanya kenapa bu kalau boleh tau?

P         : Sepertinya terlalu mencampuri urusan rumah tangga kami dan suami saya selalu menurut apa kata keluarganya

DM         : Dalam hal apa saja itu bu?

P             : Soal gaji biasa dok, keluarganya suamiku tau semua pemasukan suamiku, sedang saya istrinya tidak tau.

DM      : oh, begitu, ibu makan dan tidurnya bagaimana bu?

P          : Makan yah agak kurang nafsu dok, tidur juga susah dan agak terbangun-bangun kaget dok.

DM      : Kalau terbangun bisa tidur kembali?

P           : Susah dok

DM      : Bagaimana perasaanta’ sekarang bu?

P          : Sedihka pikir masalahku dok

DM      : Bagaimana dengan pekerjaan sehari-hari bu? Terganggu tidak dengan masalah ini?

P          : Kadang-kadang dok, saya kayak bingung mau bikin apa.

DM      : Tidak cepat capek ji bu?

P          : Lemas badanku dok, kayak tidak bertenaga.

DM      : Kalau sedang tidak berkegiatan, ibu biasanya bikin apa?

P          : Paling nonton TV

DM      : Masih menikmati acara televisi jeki’ bu?

P          : Biasaji dok, tidak terlalu kuperhatikan juga

DM      :Ibu suka kumpul dengan tetangga?

P           : Tidak dok, saya malas keluar rumah.

DM      : Sejak ada masalah ini?

P          : Dari dulu ji dok, tidak terlalu suka bergaul.

DM      : Oh ya, jadi selama 2 tahun ini masih sering bertemu dengan suami?

P           : Sudah tidak dok, saya sudah tidak ada juga keinginan kembali.

DM      : Memangnya kenapa bu?

P          : Sudah ada katanya juga surat cerai keluar

DM      : Oh, begitu. Ibu saya dengar dulu dijodohkan ya dengan suami?ibu setuju?

P           : Iya dok, pasrah saja

DM      :Ttapi setelah menikah ibu senang  dengan suami?

P           : Iya, dia sebetulnya orang baik tapi begitulah terlalu menurut dengan keluarganya.

DM      : Ada lagi yang bisa kita sampaikan?

P          : Kadang tiba-tiba saya rasa takut

DM      : Takut dengan apa bu?

P          : Tidak tau juga

DM      : Kalau ada perasaan takut begitu, jantungnya berdebar-debar tidak bu? atau tangannya dingin?

P          : Tidakji dok

DM      :Oh, baiklah, masih ada bu.

P          : Tidak adami dok

DM      : Terimakasih bu sudah mau berbincang-bincang

P          : Sama-sama dok

  1. IV. STATUS MENTAL
    1. a. Deskripsi Umum

-       Penampilan: seorang wanita dengan penampilan sesuai umur, berperawakan tinggi dan agak kurus, berambut pendek sebahu dan berkulit putih. Pasien mengenakan baju kuning lengan pendek dan jelana jeans.

-       Kesadaran                                                : baik

-       Perilaku dan aktivitas psikomotor           : tenang

-       Pembicaraan                                            : Spontan, lancar, dan intonasi pelan

-       Sikap terhadap pemeriksa                        : kooperatif

  1. b. Keadaan afektif (mood), perasaan, dan empati

-Mood          : sedih

- Afek           : Depresi

- Empati       : dapat dirabarasakan

c.   Fungsi Intelektual (kognitif):

- Taraf pendidikan, pengetahuan, dan kecerdasan: sesuai dengan taraf pendidikan

- Daya konsentrasi                           : baik

-Orientasi (waktu, tempat, orang)    : baik

- Daya ingat                                     : baik

- Pikiran Abstrak                              : Baik

- Bakat kreatif                                  : Tidak ada

- Kemampuan menolong diri sendiri            : baik

d.      Gangguan persepsi

- Halusinasi          : tidak ada

- Ilusi                     : tidak ada

- Depersonalisasi   : Tidak ada

-Derealisasi            : Tidak ada

e.  Proses berpikir

1. Arus pikiran                    :

- Produktivitas                 : cukup

- Kontinuitas                    : relevan, koheren

- Hendaya berbahasa        : tidak ada

2. Isi Pikiran

- Preokupasi                      : tidak ada

- Gangguan isi pikiran       : tidak ada

f.  Pengendalian Impuls         : baik

g.  Daya Nilai

- Norma sosial          : baik

- Uji daya nilai         : baik

- Penilaian realitas    : baik

h. Tilikan (insight) : Derajat 6 (pasien sadar dirinya sakit dan butuh pengobatan)

 

i. Taraf Dapat Dipercaya

Dapat dipercaya

  1. V. PEMERIKSAAN DIAGNOSIS LEBIH LANJUT

Pemeriksaan fisik dan neurologis:

  1. Status interna

Keadaan umum pasien tampak agak kurang bersemangat, kesadaran komposmentis TD: 100/80 mmHg, N : 74x/menit, P : 16x/menit, S : 36,2. Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterus, cor dan pulmo dalam batas normal, ekstremitas atas dan bawah tidak ada kelainan.

  1. Status neurologis

Gejala ransang selaput otak berupa KK(-), KS (-), pupil bundar dan isokor 2,5 mm/2,5 mm, Refleks cahaya (+)/(+), fungsi motoris dan sensoris keempat ekstremitas dalam batas normal, tidak ada reflex patologis.

 

  1. VI. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA

Tampak seorang wanita berumur 28 tahun berpakaian rapi datang ke RS dengan keluhan sering melamun. Keluhan dialami sejak 1 bulan yang lalu, pasien  sering melamun karena memikirkan anaknya,  ia tidak mempunyai pekerjaan dan tidak mendapatkan nafkah dari suaminya selama 2 tahun. Pasien berpisah dengan suami karena ada ketidakcocokan dengan keluarga suami terutama mertua dan tante dari suami. Sekarang suami pasien telah mengirimkan surat cerai. Karena tidak bisa bercerita pasien tiba-tiba menangis di mesjid saat selesai sholat tarwih, dia menganggap masalah yang dihadapinya sekarang adalah kesalahannya dan merasa mungkin karena pernah berdosa kepada orang tuanya. Sejak saat itu perasaan pasien sering tidak enak namun tidak tahu bagaimana membahasakannya. Terkadang pasien merasa takut saat pasien merasa penyakitnya akan datang. Terkadang pikirannya terasa kosong, tidak tau harus melakukan apa, pasien sulit berkonsentrasi. Pasien sulit memulai tidur, jika tertidur, pasien sering terbangun tengah malam dan tidak dapat tertidur lagi dan nafsu makan pasien menurun. Pasien menikah sejak tahun 1997 di palopo dan sejak itu pasien tinggal bersama mertua dan bertetangga dengan tante dari suami pasien. Pasien dijodohkan dengan suaminya yang merupakan keluarga jauhnya. Tante suaminya selalu ingin mencampuri semua urusan rumah tangga pasien. Sejak itu hubungan pasien dengan tante dan mertuanya kurang baik. Sedang suami juga diam saja, terlalu menurut kepada tantenya. Pasien pernah berobat di puskesmas. Dalam pemeriksaan status mental didapatkan penampilan sesuai umur, berperawakan tinggi dan agak kurus, berambut pendek sebahu dan berkulit putih, pasien mengenakan baju kuning lengan pendek dan jelana jeans, aktivitas psikomotor saat wawancara tenang, afek depresi, mood sedih, empati dapat dirabarasakan. Fungsi intelektual sesuai taraf pendidikan, konsentrasi baik, orientasi dan daya ingat baik, pikiran abstrak baik, bakat kreatif tidak ada dan kemampuan menolong diri sendiri baik, produktivitas cukup, kontinuitas relevan dan koheren, tidak terdapat gangguan persepsi. Pengendalian impuls dan daya nilai baik, tilikan derajat 6 dengan taraf dapat dipercaya. Pemeriksaan fisik dan neurologis tidak ditemukan kelainan.

 

  1. VII. EVALUASI MULTIAKSIAL : (sesuai PPDGJ-III)
  • Aksis I

Berdasarkan autoanamnesis dan pemeriksaan  status mental, didapatkan gejala klinis yang bermakna berupa pasien sering melamun, pikiran kosong, nafsu makan menurun, aktivitas psikomotor menurun, susah memulai tidur dan jika terbangun susah untuk tidur kembali, sulit berkonsentrasi sehingga pasien dapat disimpulkan mengalami gangguan jiwa. Pada pemeriksaan status mental tidak ditemukan hendaya berat dalam menilai realita, sehingga didiagnosis gangguan jiwa non psikotik. Pada pemeriksaan status  internus dan neurologi tidak ditemukan adanya kelainan , sehingga gangguan mental organik dapat disingkirkan sehingga dapat didiagnosis gangguan jiwa non psikotik non organik. Dari autoanamnesis dan pemeriksaan status mental didapatkan tiga gejala utama depresi yang dialami sejak 1 bulan  berupa kehilangan minat dan kegembiraan, mudah lelah, dan afek hipotimia, disertai gejala tambahan berupa sulit berkonsentrasi, gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna, psikomotor menurun, tidur terganggu dan jika terbangun sulit untuk tidur lagi, serta nafsu makan berkurang sehingga berdasarkan PPDGJ III dapat didiagnosis sebagai Episode depresif berat tanpa gejala psikotik (F32-2).

  • Aksis II

Ciri kepribadian skizoid

  • Aksis III

Tidak ada diagnosis

  • Aksis IV

Stressor berupa  masalah keluarga

  • Aksis V

GAF Scale pasien ini adalah 60-51. Gejala sedang , disabilitas sedang.

  1. VIII. DAFTAR PROBLEM
    1. Organobiologik

Pasien tidak ditemukan kelainan fisik bermakna, diduga ada kelainan neurotransmiter sehingga pasien membutuhkan farmakoterapi.

  1. Psikologik

Ditemukan adanya gejala depresi sehingga pasien memerlukan psikoterapi untuk menghilangkan masalah.

  1. Sosiologik

Ditemukan adanya hendaya dibidang pekerjaan dan waktu senggang sehingga memerlukan sosioterapi.

  1. IX. PROGNOSIS

Bonam

Faktor Pendukung            :

  • Stressor psikologik yang jelas
  • Tidak ada riwayat keluarga dengan keluhan yang sama
  • Keinginan pasien untuk sembuh
  • Memiliki support keluarga yang baik untuk mendukung kesembuhan pasien

Faktor penghambat       :

  • Stressor masih berlangsung
  • Ekonomi rendah

 

  1. X. TINJAUAN PUSTAKA

Gejala utama pada episode depresif baik pada derajat ringan, sedang, maupun berat adalah sebagai berikut:

-          Afek depresif

-          Kehilangan minat dan kegembiraan

-          Berkurangnya energy yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah dan menurunnya aktivitas.

Gejala lainnya berupa:

-                      Konsentrasi dan perhatian berkurang

-                      Harga diri dan kepercayaan diri berkurang

-                      Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna

-                      Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis

-                      Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri

-                      Tidur terganggu

-                      Nafsu makan berkurang

Episode depresif biasanya harus berlangsung sekurang-kurangnya dua minggu, akan tetapi bila gejala amat berat dan beronset cepat, maka masih dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dalam kurun waktu kurang dari 2 minggu.

Sesuai dengan pedoman diagnostic bahwa harus adanya semua gejala utama depresi ditambah sekurang-kurangnya 4 gejala lainnya, dan beberapa diantaranya dalam intesitas berat. Berdasarkan gejala yang dialami pasien diagnosis mengarah pada episode depresif berat tanpa gejala psikotik.

  1. XI. RENCANA TERAPI
    1. Farmakoterapi
  • Amitriptilin 25 mg 0-1-1
  1. Psikoterapi
  • Ventilasi : memberikan kesempatan pada pasien untuk menceritakan keluhan dan isi hati sehingga perasaan pasien menjadi lega
  • Konseling : memberikan pengertian pada pasien tentang penyakitnya dan pasien memahami kondisi dirinya sendiri lebih baik dan menganjurkan  untuk berobat teratur
  1. Sosioterapi
  • Memberikan penjelasan kepada keluarga dan orang sekitar tentang penyakit pasien sehingga tercipta dukungan sosial dalam lingkungan yang kondusif sehingga membantu proses penyembuhan.

 

  1. XII. FOLLOW UP

Pasien diminta untuk rutin datang kontrol dan pastikan pasien meminum obatnya. Selain itu, memantau keadaan umum pasien dan perkembangan penyakit serta efektivitas terapi dan efek samping dari obat yang diberikan.

 

 

 

 

Posted in Kasus Medis0 Comments

Manfaat Kalsium untuk Ibu Hamil


Makanan yang kaya nutrisi sangat mutlak diperlukan bagi ibu hamil. Karena nutrisi tersebut dibutuhkan bagi bayi yang sedang tumbuh didalam rahim dan kebutuhan ini pun masih berlanjut hingga ibu melahirkan dan menyusui. Dari berbagai vitamin dan mineral yang terkandung dalam makanan tersebut, salah satu mineral yang cukup penting bagi tubuh adalah kalsium.

Kiprah Kalsium

kiprah kalsium pun cukup beragam, dimana hamper sebagian besar organ tubuh membutuhkan kehadiran mineral yang satu ini, misalnya :

  1. Kalsium diperlukan untuk kontraksi otot
  2. Sistemperedaran darah dan kardiovaskular
  3. Sistem saraf
  4. Aktivitas hormonal seperti dalam proses pencernaan, metabolism karbohidrat dan lemak serta produksi air liur.
  5. Mengangkut zat-zat gizi melalui membran sel.

Namun, peran kalsium yang paling utama adalah dalam proses pembentuka tulang dan gigi, tidak itu saja, kalsium juga diperlukan sebagai penjaga kesehatan tulang dan gigi. Kandungan kalsium pada tulang dan gigi sebesar 99 %, sedangkan sisanya terletak pada darah, membrane dan struktur sel serta cairan tubuh lain. Itu sebabnya, tulang bisa dikatakan sebagai “bank kalsium” dan memiliki fungsi utama sebagai alat penopang tubuh.

Kemampuan tubuh menyerap kalsium pun dapat berubah sesuai dengan kondisi tubuh dan mineral atau vitamin lain yang ada dalam tubuh. Pada ibu hamil,penyerapan ini akan meningkat karena bayi pun memerlukan kalsium untuk proses tumbuh kembang, terutama tulang dan gigi.

Apa yang terjadi bila tubuh kekurangan kalsium Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kesehatan1 Comment

ACA Anti Pospholipid Syndrome


Anti Pospholipid SyndromeAnda mungkin masih asing mendengar penyakit ACA.  Akibatnya kepedulian terhadap penyakit ini masih sangat rendah. Padahal penyakit ini merupakan penyakit yang amat berbahaya terutama jika terjadi pada ibu hamil. ACA (Anti Cardiolipin Syndrome) adalah kondisi kekentalan darah yang menyebabkan asupan gizi tidak terserap baik oleh tubuh . ACA juga dikenal dengan Anti pospholipid Syndrome (APS) Penyakit ini bisa menyerang siapa saja bukan hanya manula, pria dan wanita dewasa pun bisa terkena.

Agar lebih mengenal ACA mari kita membahasnya lebih lanjut.

Penyebab ACA

ACA disebabkan karena darah lebih cepat membeku daripada waktu normalnya. Proses mengentalnya darah yang terlalu cepat akan mengganggu metabolism tubuh dan menyebabkan terhambatnya suplai darah keseluruh tubuh. ACA dapat mengakibatkan stroke dan gagal jantung. Tentunya hal ini akan menyebabkan kematian. Penyebab munculnya ACA sampai sekarang masih belum diketahui dengan pasti karena ACA bukanlah penyakit menular dan bukan juga penyakit keturunan. Kuat dugaan bahwa ACA disebabkan akibat pola hidup tidak sehat.  Menurut ahli hermatology ,Pola hidup tersebut antara lain dengan banyak makan  makanan serba instan,berlemak,kolesterol merokok dan polusi.

Beberapa  Anjuran untuk menghindari  ACA khususnya untuk Ibu hamil adalah sebagai berikut :

  • Istirahat yang cukup dengan tidur minimal 8 jam sehari
  • Hindari stress
  • Tidak merokok dan upayakan jauh dari asap rokok
  • Makan teratur dengan nutrisi yang seimbang
  • Minum air putih setidaknya 2 liter perhari
  • HIndari makanan yang mengandung pengawet,junk food dan yang menggunakan banyak penyedap rasa.

Namun jika anda sudah terkena penyakit tersebut, segera konsultasikan dengan dokter dan cobalah untuk melakukan terapi.

Semoga apa yang kami sajikan dapat membantu anda menghindari penyakit ACA.

 

Posted in Info Penyakit0 Comments

Lichen Sclerosis


Pendahuluan

Lichen sclerosis adalah penyakit kulit kronik yang mengenai daerah anogenital dan mempengaruhi kualitas hidup dikarenakan adanya gatal dalam intensitas yang berat. Penyakit ini dikenal juga dengan nama lichen slerosus et atrophicus, lichen albus atau white spot disease.(1, 2) Lichen sclerosus dapat bermanifestasi sebagai kelainan ekstragenital yang secara umum tidak pruritik.(1)

Epidemiologi

Insidensi dari lichen sclerosus belum diketahui secara pasti. Diperkirakan bahwa penyakit ini memiliki insidensi 14 kasus dalam 100.000 jiwa per tahun. Lichen slerosus lebih umum terjadi pada wanita dibanding pria dengan perbandingan 5:1. Penyakit ini umumnya menyerang dua puncak umur yaitu pada usia prepubertas dan dekade kelima atau keenam kehidupan.(1, 2) Baca Selengkapnya

Posted in Info Penyakit0 Comments

KEAJAIBAN ASI


Kebanggaan yang tiada terkira saat anda memiliki seorang bayi yang lucu dan sehat. Membuat Anda berusaha memenuhi semua kebutuhan gizinya, termasuk AA, DHA, dan Omega 6 untuk kecerdasannya. Tapi tahukah Anda, zat-zat penting itu ternyata bias di dapatkan semunya di dalam ASI anda sendiri? Sambil menyusui, tak Cuma mendekatkan ibu pada si buah hati, tapi sekaligus member konsumsi gizi tinggi. Untuk itu biasakan menyusi dengan ASI sejak dini. Kelebihan dan Manfaat ASI ASI adalah makanan alamiah terbaik untuk bayi Anda. Selain komposisinya sesuai dengan pertumbuhan bayi (mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral, zat besi) juga dilengkapi zat pelindung (immunoglobulin, lekosit, laktoferin, factor bifidus, lisozim, dan taurin). Karena kandungan gizinya, segeralah berikan ASI. Refleks hisap bayi paling kuat adalah pada jam-jam pertama dia lahir. Rangsangan payudara dini akan mempercepat timbulnya reflex prolaktin dan mempercepat produksi ASI. Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kesehatan0 Comments

TEH HITAM ANTI ANTHRAX DAN ANTIBACTERIAL


TEH HITAM ANTI ANTHRAX DAN ANTIBACTERIAL

Sebuah studi yang dilakukan tim penelitian internasional dari universitas Cardiff dan universitas Maryland, mengungkapkan bahwa secangkir teh dapat menjadi zat anti bacillus anthracis atau yang lazim disebut anthrax. Sejak abad yang lalu the telah menjadi minuman favorit inggris raya.

Study ini dipimpin oleh Prof. Les Baillie dari Welsh School of Pharmacy di Universitas Cardiff dan DR. Theresa Gallagher dari Biodeffense Institute, yang merupakan bagian dari Medical Biotechnology Centre. Para Ilmuwan menemukan bahwa teh yang menjadi menu sarapan pagi bangsa inggris potensial menghambat aktivitas anthrax, selama masih dalam bentuk the hitam.

Anthrax menjadi penyakit yang cukup fatal bagi manusia, disebabkan oleh bakteri Bacillus Anthracis. Bakteri ini memiliki progresifitas cepat dan berat, yang terjadi ketika spora bakteri terhisap. Karenanya anthrax sangat mematikan saat digunakan sebagai agen senjata biologis. Maret 2008, dalam society for applied Microbiology’s Journal Microbiologist, Prof. Baillie menyatakan “penelitian kami dimaksudkan untuk mencari cara dalam memastikan, apakah teh lebih efektif dibandingkan kopi Amerika yang tersedia di pasaran dalam membunuh anthrax. Kami menemukan, komponen-komponen special dalam teh seperti phplyphenol memiliki kemampuan menghambat aktivitas anthrax”.

Studi ini memberikan bukti-bukti lebih lanjut dalam cakupan yang lebih luas mengenai keuntungan efek fisiologis dan farmakologis teh hitam. Peneliti juga menunjukkan bahwa menambahkan susu dalam secangkir the dapat secara penuh menghambat aktivitas antibacterial, dalam melawan anthrax.

Posted in Artikel Kesehatan0 Comments

Kontrol Glukosa Darah Pada Pasien Kritis


A.     ABSTRAK

Hiperglikemia sering terjadi pasien yang sakit kritis dan dapat disebabkan oleh berbagai sebab, termasuk gizi, obat-obatan, dan insufisiensi insulin. Awalnya, hiperglikemia dianggap sebagai respon adaptif terhadap stres, namun saat ini hiperglikemia tidak lagi dianggap sebagai Kondisi jinak pada pasien dengan penyakit kritis. Sesungguhnya, hiperglikemia dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada pasien yang ssedang kritis. Dengan melakukan penaganan terhadap  hiperglikemia dapat memperbaiki hasil klinis. Sampai saat ini, belum ada jawaban pasti berkaitan dengan manajemen glukosa pada unit perawatan intensif atau ICU (Intensive Care Unit), termasuk tentang pengobatan dan target glukosa yang diinginkan.

Meta-analisis dari uji coba terkontrol secara acak menunjukkan tidak ada manfaat yang berarti terhadap kontrol kadar glukosa darah yang ketat dan didapakannya peningkatan  secara signifikan kejadian hipoglikemia. Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan berbentuk yang berbentuk J-atau U- antara kadar glukosa rata-rata dengan mortalitas, yaitu dengan mempertahankan kadar glukosa darah antara 100 dan 150 mg / dL memberikan angka mortalitas terendah. Penelitian terbaru menunjukkan dengan mengontrol glukosa darah <180 mg / dL  pada pasien yang kritis memberikan hasil klinis yang lebih baik dan juga lebih aman. Adanya variabilitas kadar glukosa darah juga merupakan aspek penting dalam penanganan kadar  glukosa darah pada pasien yang kritis.

Kadar glukosa darah yang tinggi dapat meningkatkan mortalitas sedangkan rendahnya kadar glukosa dara merupakan hal yang penting untuk diperhatikan pada saat mengontrol kadar glukosa darah (glikemik) pada pasien sakit kritis. Pengukuran kadar glukosa dara secara  kontinyu dengan sistem loop tertutup otomatis dapat dipertimbangkan untuk memastikan kadar glukosa darah dengan jarak nilai tertentu dan meminimalkan variabilitas. Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kedokteran, Kasus Medis0 Comments

INTEGRASI PSIKOTERAPI DALAM MEDIK


INTEGRASI PSIKOTERAPI DALAM MEDIK

M. Faisal Idrus.

Pendahuluan

Dokter dalam menjalankan prakteknya seringkali sering kali akan menghadapi berbagai macam keluhan sebagai pernyataan penderitaannya. Keluhan tersebut timbul sebagai akibat adanya gangguan fisik, tetapi dapat pula berkaitan dengan problem emosional atau kedua-duanya dalam waktu bersamaan. Didalam kepustakaan disebutkan bahwa sekurang-kurangnya 25 – 30 % dari pasien yang berobat ke dokter umum datang dengan problem emosional. Disamping itu dalam menghadapi penyakitnya, akan selalu ada faktorr – faktor emosional yang bekerja pada diri pasien, yang dapat mempengaruhi kondisi penyakitnya. Seperti misalnya : dari pengalaman beberapa dokter disebutkan bahwa beberapa penderita fraktur, penyakit infeksi, dan lain-lainnya lebih cepat sembuh apabila ada rasa pengharapan pada dirinya. Tetapi apabila pasien merasa sedih, putus asa, merasa gagal, merasa ditinggalkan dan dipersalahkan oleh sanak keluarganya, sehingga kesembuhannybisa dia akan lambat. Atau bahkan tidak akan menunjukkan respons terhadap terapi walaupun pemberian obat, operasi dan lain-lainnya diberikan secara benar dan tepat. Tidak jarang pula seorang dokter akan menjumpai reaksi emosional pasien yangakan menghadapi tindakan pembedahan.

Gambaran diatas menuhjukkan bahwa dokter dan psikiater yang sehari-harinya memberi pertolongan pada pasiennya ternyata telah berhadapan pula baik secara sadar maupun tidak dengan problem emosional yang ada pada diri pasien.

Adanya faktor emosional yang muncul sebagai penyakit tersendirimaupun berkaitan dengan kelainan organobiologik ini, tentu saja tidak harus selalu ditangani oleh psikiater, karena jumlah psikiater masih terbatas, telebih lagi di daerah-daerah pelosok. Disisi lain banyak faktor emosional yang dapat tanggulangi oleh dokter umum dan dokter spesialis lain, dimana kepada mereka pasien biasanya meminta  pertolongan pertama kali. Mereka akan menjumpai panyakit dalam taraf yang lebih dini pada saat pemeriksaan yang pertama kali dan mereka dituntut untuk mengatasi ”penyakit” tersebut.

Seperti pada cabang ilmu kedokteran yang lain, dimana seseorang dokter mampu menangani penyakit dalam bidang spesialisasi tertentu, walaupun misalnya terbatas pada tindakan minor. Demikian pula dokter dapat menangani problem-problem emosional. Untuk melakukan hal ini sebetulnya kemampuan itu sudah ada pada diri dokter yang diperolehnya dari pendidikan. Yang perlu ditingkatkan adalah ”awarness”, bahwa dokter sebetulnya tidak hanya menghadapi penyakit, tetapi pada saat itu pula dia menghadapi manusia yang sedang menderita. Pasien merupakan kesatuan sistem biopsikososisal dan dalam menanggulangi penderitaannya perlu pendekatan humanistik. Dalam rangka penilaian dan penanggulangan secara integral, faktor psikologik dianggap bersangkut paut dengan kondisi pasien. Psikoterapi dapat dipergunakan sebagai salah satu alat pelayanan medik. Hal ini juga tercermin dalam definisi bahwa psikoterapi adalah “The cure of the body by the mind, aided by the impuls of one mind to another” (Frederik van Eden- 1892). Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kesehatan0 Comments

Tips mengatasi bibir kering dan pecah pecah selama berpuasa


bibir kering dan pecahPada saat menjalani ibadah puasa, biasanya kulit bibir cenderung lebih kering karena berkurangnya air yang masuk kedalam tubuh. Hal ini juga berdampak pada penampilan kulit yang kurang menarik termasuk bagian bibir. Dalam kondisi seperti ini, kulit pada bagian bibir akan mudah kering dan pecah-pecah dibandingkan kulit pada bagian tubuh lainnya. Namun Anda bisa mencegahnya dengan mempertahankan kelembapan dan kesehatan kulit bibir kala berpuasa.

Berikut ini cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi bibir kering saat berpuasa dari dr Wachyudi Muchsin, Public Relation Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar ;

  • Hindari kebiasaan menjilat bibir. Walaupun hal itu membuat keadaan kulit bibir terasa lebih nyaman, tetapi tindakan ini dapat menyebabkan bibir menjadi lebih kering dari sebelumnya. Pasalnya, tindakan ini mengakibatkan hilangnya minyak alami yang dihasilkan bibir guna melindunginya.
  • Minum air secukupnya. Atasi dehidrasi yang menjadi salah satu penyebab kulit kering dan bibir pecah-pecah dengan minum air secukupnya sebelum dan saat sahur. Saat berbuka pastikan meneguk air putih terlebih dahulu sebelum menyantap makanan dan minuman manis lainnya.
  • Hindari makanan pedas dan terlalu asin
  • Saat berbuka atau jelang sahur, hindari minuman berkafein dan merokok, karena rokok dapat mengeringkan minyak alami pada bibir yang berfungsi untuk melindungi bibir.
  • Gunakan pelembab bibir. Gunakan sesuai kebutuhan agar bibir tetap bisa tampil segar dan sehat selama berpuasa.

Semoga tips mengatasi bibir kering dan pecah-pecah ini dapat menjadi solusi sehat anda selama berpuasa.

Sumber : Harian Fajar

Posted in Tips Sehat0 Comments

Page 1 of 3112345...102030...Last »
Baca Juga Artikel Menarik Ini close