Patofisiologi Fungsi Silia pada Bronkiektasis


Gerakan mukosiliar normal merupakan mekanisme utama dari pembersihan paru-paru. Sistem ini tergantung pada fase gel mukus yang dapat menangkap partikel asing, fase gel mukus yang terdekat dengan sel silialah yang memfasilitasi pergerakan dari silia, dan transmisi dilakukan oleh silia menuju lapisan mukus, kemudian sel silia membawa mukus tersebut menuju ke cranial. Dan pada akhirnya mekanisme batuk yang membantu untuk mengeluarkan benda asing tersebut dari saluran napan bagian atas. Sistem mukosiliar pada pasien dengan bronkiektasis terganggu. Hal ini menyebabkan partikel asing yang terdapat pada saluran pernapasan itu lebih lama tertinggal meskipun pada fase remisi dari penyakit ini. Gangguan primer dari sistem pembersihan ini merupakan faktor predisposisi untuk memperparah bronkiektasis.10

                    Viskositas dan produksi mukus dapat saja berubah karena beberapa faktor. Pada fibrosis kistik, klorida channel yang abnormal mengurangi jumlah dari klorida, sodium, dan air pada lapisan mukus; dan sebagai hasilnya, sekresi kering tidak dapat dikeluarkan secara efisien oleh silia. Pada bronkitis kronik dan asma, produksi mukus bertambah, dan peningkatan produksi mukus tersebut membebani silia dan mekanisme batuk. Bakteri dan sel inflamasi mengurai produknya dan berperan sebagai sekretagok yang meningkatkan produksi mukus. Sekretagok yang paling dikenal sampai sekarang ialah elastase, yang diproduksi oleh leukosit neutrofil dan oleh bakteri.10 Baca Selengkapnya

Posted in Referat Kedokteran0 Comments

VOYEURISME


I.       PENDAHULUAN

Sesuatu yang tidak biasa terjadi seringkali dikatakan sebagai kelainan. Demikian juga dalam hal seksual. Adakalanya terjadi deviasi seksual pada sebagian orang. Deviasi seksual merupakan gannguan arah dan tujuan seksual. Arah dan tujuan, dalam hal ini bukan lagi merupakan pasangan seks yang lain (dalam hal hubungan heteroseksual yang dianggap normal). Cara utama untuk mendapatkan kepuasan seksual ialah dengan objek lain atau dengan cara lain yang dianggap keluar dari batas normal.1

Umumnya deviasi seksual ini dikategorikan sebagai parafilia. Parafilia merupakan gangguan perilaku psikoseksual 1, yang menyimpang dari norma-norma dalam hubungan seksual yang secara social tidak dapat diterima.2 Penderita senantiasa menggunakan fantasinya untuk mencapai kepuasan seksual. Fantasi ini cenderung berulang mendadak dan terjadi dengan sendirinya. Penyebab utama biasanya berhubungan dengan faktor psikologis. Sedangkan gangguan fungsi karena kelainan atau gangguan organik pada alat kelamin, tidak dimasukkan dalam parafilia. Salah satu dari bentuk deviasi seksual yang termasuk dalam parafilia ini adalah voyeurisme.1

Istilah voyeurism, dari kata Prancis berarti melihat, mengacu pada keinginan untuk memandang tindakan dan ketelanjangan hubungan seks.2 Voyeurisme ialah keadaan seseorang yang harus mengamati tindakan sexual atau ketelanjangan (orang lain) untuk memperoleh rangsangan dan pemuasan seksual.3 Voyeurisme adalah preokupasi rekuren dengan khayalan dan tindakan yang berupa mengamati orang lain yang telanjang atau sedang berdandan atau melakukan aktivitas seksual. Gangguan ini juga dikenal sebagai skopofilia. Masturbasi sampai orgasme biasanya terjadi selama atau setelah peristiwa.4 Voyeurisme ini merupakan kegiatan mengintip yang menggairahkan dan bukan merupakan aktivitas seksual dengan orang yang dilihat. Sebagian besar pelaku voyeurisme ialah dari golongan pria.5

 

II.    DEFINISI

Voyeurisme adalah Kecenderungan yang berulang atau menetap untuk melihat orang yang sedang berhubungan seksual atau berprilaku intim seperti sedang menanggalkan pakaian.5

Pada voyeurisme, seseorang akan terangsang jika melihat orang lain yang menanggalkan pakaiannya, telanjang atau sedang melakukan hubungan seksual. Voyeurisme dalam tingkatan tertentu sering terjadi pada anak-anak laki-laki dan pria dewasa, dan masyarakat seringkali menilai perilaku dalam bentuk yang ringan ini sebagai sesuatu yang normal tetapi sebagai suatu kelainan, voyeurisme merupakan metode aktivitas seksual yang lebih disukai oleh penderitanya dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengintip korbannya.7

 

III. EPIDEMIOLOGI

Voyeurisme paling sering terjadi pada laki-laki, tetapi tidak tertutup kemungkinan terjadi pada wanita. Biasanya terjadi pada remaja yang mulai meningkat dewasa, rata-rata pada usia 15 tahun, belum ada data pasti mengenai voyeurisme pada orang dewasa, begitu pun juga mengenai prevalensinya. 2,6

Orang dengan voyeurisme jarang ditangkap karena voyeurisme sifatnya tidak menyakiti orang lain dan dilakukan secara tersembunyi. Pada sebagian kalangan, kebiasaan ini dianggap lazim untuk anak remaja, mereka mulai dapat menikmati gambar yang berbau pornografi sampai mengintip percumbuan dari orang lain secara terang-terangan atau tersembunyi.4,6,7

 

IV. ETIOLOGI

Terdapat banyak teori yang berhubungan dengan terjadinya deviasi seksual ini. Tetapi hingga saat ini belum satupun teori yang dianggap tepat untuk menjelaskan mekanisme terjadinya kelainan ini. 7

Meskipun demikian, sebagian peneliti mengatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya voyeurisme ini adalah trauma pada usia anak. Misalnya penyimpangan seksual terhadap anak (sexual abuse) atau suatu pengalaman pada masa kanak-kanak sehingga anak-anak bertumbuh kembang dengan kegiatan voyeurisme ini.8 Selain itu, pengaruh dari media informasi yang menyumbang pada kebebasan pornografi sehingga berdampak pada kegiatan voyeurisme ini.1

Kebanyakan ahli juga berpendapat bahwa rata-rata kejadian voyeurisme diawali dengan ketidaksengajaan melihat orang sedang telanjang, sedang melepas pakaian, atau orang yang sedang melakukan hubungan seksual. Hal ini kemudian akan menjadi impuls berupa dorongan (kompulsif) untuk terus melihat dan akhirnya terbentuklah kebiasaan voyeurisme.8

Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kedokteran, Referat Kedokteran0 Comments

OBSESIF KOMPULSIF


GANGUAN OBSESIF-KOMPULSIF (F42)


 

  1. I. PENDAHULUAN

Gangguan obsesif-kompulsif digambarkan sebagai pikiran dan tindakan yang berulang yang menghabiskan waktu yang menyebabkan distress dan hendaya yang bermakna. 1

Obsesi adalah aktivitas mental seperti pikiran, perasaan, ide, impuls yang berulang. Sedangkan kompulsi adalah pola perilaku tertentu yang berulang dan disadari seerti menghitung, memeriksa, dan menghindar. Tindakan kompulsi merupakan usaha untuk meredakan kecemasan yang berhubungan dengan obsesi namun tidak selalu berhasil meredakan ketegangan. Pasien dengan gangguan ini menyadari bahwa pengalaman obsesi dan kompulsi tidak beralasan sehingga bersifat egodistonik.  1 Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kedokteran0 Comments

KESURUPAN DALAM TINJAUAN MEDIS


PENDAHULUAN

Kesurupan  merupakan fenomena yang sudah ada sejak lama pada berbagai suku bangsa. Pada suku–suku tertentu ini dikaitkan dengan ritual-ritual agama tertentu. Juga digunakan sebagai hiburan di pentas kesenian, Orang awam menyebutnya “kemasukan roh” Dalam dunia medis hal ini disebut “trance”

Dalam PPDGJ III gangguan ini dimasukkan dalam kelompok “gangguan disosiasi”

Sejarah

Trans sudah dikenal sejak zaman Yunani Kuno dan digunakan sebagai suatu cara pengobatan penyakit fisik dan mental.

Pada masyarakat Mesir Kuno terdapat kuil lelap (temple sleep) tempat orang meminta kesembuhan dengan cara memasuki keadaan trans yang dibimbing oleh para imam. Kuil ini juga terdapat di Yunani yang terdapat di Delphi. Pada masyarakat modern identifikasikan sebagai hipnosis pertama kali oleh Anton Mesmer (abad 18) dikenal dengan sebutan “magnetisme” dan “Mesmerisme”. Istilah hipnosis diperkenalkan pertama kali oleh James Braid dan digunakan dalam pengobatan gangguan psikosomatik.

Definisi

“Trans” yang disebut juga “twilight state” adalah suatu keadaan yang ditandai oleh perubahan kesadaran atau hilangnya penginderaan dari identitas diri dengan atau tanpa suatu identitas alternatif.(DSM IV TR). “Trans” adalah suatu keadaan kehidupan separuh sadar (half-light) antara realitas yang nyata dan fantasi yang gelap (Cameron, 1963). “Trans” adalah suatu perubahan status kesadaran dan menunjukkan penurunan responsivitas terhadap stimulus lingkungan (Kaplan, 1994). Menurut Hinsie dan Campbel (1970), mempunyai persamaan arti dengan hipnosis, katalepsi dan keadaan ekstasi atau kekaguman dapat juga diartikan terlena. ”Trans” adalah suatu bentuk kesadaran transaksional yang dibangkitkan untuk tujuan transformasi (Hukom,1977) Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kesehatan0 Comments

Pola Hidup Bersih Dengan Jamban Sehat


Contoh BAB yang tidak sehatPola hidup bersih dengan jamban sehat merupakan salah satu upaya untuk mejaga kesehatan keluarga. Di daerah perkotaan kebiasaan buang air besar tidak pada tempatnya mungkin sudah jarang anda temui. Beda halnya jika anda berkunjung ke daerah terpencil seperti daerah Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kebiasaan buang air besar  (BAB) tidak pada tempatnya inilah yang menyebabkan terjadinya diare dan penyebaran penyakit lainnya.  Kebiasaan ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk mau buang air besar pada jamban.

Sudah menjadi tugas tenaga medis untuk datang dan menghimbau warga untuk melaksanakan pola hidup bersih dengan jamban sehat. Kampanye untuk hidup sehat dimulai dari tidak buang air besar sembarangan memang harus digalakkan. Sudah selayaknya jika sebuah rumah memiliki setidaknya 1  jamban keluarga. Baca Selengkapnya

Posted in Informasi kesehatan0 Comments

CARA MEMILIH OBAT PELANGSING


Wanita yang cantik adalah wanita yang bertubuh gemuk. Maka begitu memasuki usia yang siap dipinang, anak wanita diberi banyak makan. Itu kebiasaan sebuah negeri di afrika. Tapi secara umum ukuran kecantikan wanita adalah bertubuh langsing. Berbagai upaya pun dilakukan oleh mereka yang merasa kelebihan berat badan untuk menurunkannya, mulai dari detoksifikasi, sedot lemak, pengikatan lambung sampai mengkonsumsi obat pelangsing.

Macam-macam Obat Pelangsing

Obat pelangsing terbagi dua, obat tradisional dan obat modern.

  1. Obat Pelangsing Tradisional

Obat tradisional adalah obat-obat pelangsing yang komposisinya berasal dari berbagai tanaman yang berkhasiat menurunkan berat badan. Garcina cambogia atau Malabar tamarind. Misalnya menekan rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang. Daun jati Belanda diketahui bisa mencegah penyerapan lemak. The pelangsing juga bisa dipercaya dapat mengurangi berat badan. Teh ini berisi campuran daun teh dan bahan tradisional serta akar-akar sebagai pewangi.

The pelangsing umumnya bersifat diuretik (melancarkan air seni). Bulk Filler atau pengganjal perut biasanya berupa tablet atau larutan yang berasal dari serat alami tumbuh-tumbuhandan buah. Bulk filler di dalam perut akan mengembang dan bila dikonsumsi akan terasa mengenyangkan.

  1. Obat Modern

Obat pelangsing modern adalah obat-obatan kimiawi yang bekerja pada susunan saraf pusat. Ada pula yang bekerja langsung pada lokal saluran pencernaan. Tetapi kebanyakan obat pelangsing memiliki cara kerja mempengaruhi pusat otak. Serotonin adalah zat kimia dalam otak yang mempengaruhi emosi dan selera makan. Bila serotonin menigkat, keinginan untuk makan berlebihan yang didorong oleh stress emosional bisa ditekan.

Beberapa obat bekerja meningkatkan produksi serotonin dalam otak, sehingga terasa menjadi cepat kenyang. Anorexan adalah salah satunya dan banyak dijual di pasaran. Yang termasuk di dalamnya adalah amphetamine, dektroamphetamine, metamphetamine, detilpropion, mazindol, dan benzfetamine.

Obat lainnya adalah obat yang langsung berpengaruh ke saluran pencernaan. Obat ini menghambat kerja enzyme lipase yang menyerap lemak dalam tubuh seperti obat orlistat. Sibutramin hidroklorida yang bekerja memperbanyak serotonin dan orlistat yang bekerja mem-blok lemak adalah golongan obat yang tidak dijual bebas. Pemakaian dengan resep dokter.

Efek Samping

Bila digunakan tidak sesuai dengan aturan pakai, obat-obat pelangsing baik yang tradisional maupun modern memiliki efek samping negatifbagi penggunanya. Sifatnya membuat orang tidak ingin makan, mengurangi asupan gizi yang justru dibutuhkan oleh tubuh. Kekurangan karbohidrat jelas akan mengurangi asupan energy yang sangat dibutuhkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Obat yang menghambat penyerapan lemak dengan sendirinya akan membuat tubuh kekurangan lemak. Sebagai akibatnya terjadi gangguan pada fungsi organ tubuh. Misalnya, buang air kecil terus menerus, sembelit, sulit tidur, jantung berdebar, gelisah, mulut kering, dan alergi adalah gejala-gejala yang umumnya terjadi bila salah menggunakan obat. Dan pemakaian obat pelangsing dalam jangka waktu yang lama dapat merusak organ tubuh. Kebanyakan obat diuretic menyebabkan buang air kecil terus menerus. Berat badan akan turun, akibat cairan tubuh keluar secara berlebih. Dehidrasi juga bisa merusak kerja ginjal dan  jantung

Memilih obat pelangsing

Sebelum memilih obat pelangsing sebaiknya kita memikirkan terlebih dahulu apa yang menjadi motivasi kita dalam menurunkan berat badan. Agar bisa melakukan program penurunan berat badan dengan baik,ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih obat pelangsing. Plihan produk obat yang terdaftar di Badan pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dengan melihat nomer registrasi pada label obat. Gunakan sesuai dengan aturan pakai, dengan dosis yang cukup. Perhatikan komposisi obat tersebut. Apakah berbahaya bagi tubuh atau tidak. Perhatikan juga efek samping, kontraindikasi,  dan interasi obat.

Perlu diingat bahwa menurunkan berat badan tidak dapat dilakukan dengan instan atau seketika. Penurunan berat badan adalah terapi jangka panjang. Penggunaan obat pelangsing sebaiknya disertai dengan perubahan pola makan yang lebih sehat, yaitu dengan mengkonsumsi makanan rendah kalori, rendah lemak dan tinggi serat. Selain itu juga kita wajib aktivitas  fisik seperti olahraga, berjalan kaki beberapa ratus meter menuju kantor, tidak bergantung pada remote TV dan melakukan kegiatan-kegiatan lain. Terapi perilaku juga perlu dijalankan seperti menahan diri untuk mengkonsumsi yang tinggi lemak, tinggi kalori, dan rendah serat.

Tanpa mengubah pola makan dan menjalani gaya hidup sehat, obat pelangsing manapun tidak akan membantu.

 

Posted in Artikel Kesehatan1 Comment

Penatalaksanaan Nymphomania


VI. PENATALAKSANAAN

Berdasarkan dari hasil penelitian para ahli yang menyebutkan bahwa Nymphomania merupakan gangguan psikologis, maka terapi yang paling bagus adalah psikoterapi supportif, diantaranya dengan metode ventilasi, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada penderita untuk mengungkapkan isi hati atau masalahnya, yang mungkin selama ini sebagai pemicu   untuk   melakukan   tindakannya   tersebut,   sehingga   diharapkan penderita sedikit merasa lega. Kemungkinan metode yang kedua adalah konseling, yaitu dengan memberikan nasehat dan pengertian kepada penderita tentang kelainannya, misalnya dengan memberikan penjelasan kepada penderita bahwa perilaku seksualnya merupakan risiko tinggi untuk limbulnya berbagai penyakit yang berbahaya.

Selain itu sosioterapi juga perlu dipertinibangkan, agar orang disekkar penderita menciptakan suasana yang kondusif yang bertujuan membantu proses penyembuhan dari penyimpangan perilaku seksual penderita.

Sedangkan farmakterapi pada penderita hiperseks pada wanita, dapat diberikan preparat progesterone, seperti cyproterone acetate di Eropa dan Medroxyprogesterone acetate (Depo-provera) di Amerika Serikat.

 

DAFTAR  PUSTAKA

 

  1. Kaplan HI, Sadock BJ, Grebb JA, Seksualitas Manusia. Sinopsis Psikiatri. Jakarta: Binarupa Aksara: 1997; 123-66.
  2. Maramis WF, Sexualitas Normal dan Abnormal, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Surabaya: Airlangga Univrsity Press: 2004; 310 – 20.
  3. Anonymous, Normalkah Jika Seks Justru Membuat Anda Kecanduan?, http://www.conectique.com/trend_tips_solution/_relationship/sex/article.php?article._id=1327&PHPSESSID=bc3a83b5c5dbf05f4a75c62984cf20e6.
  4. SP 18, Nimfomania, http://www.sp18com/2001/06/01/nimfomania.
  5. Magz ME, Hiprseks, Tak Cukup Sekali Orgasme, http://www.memagz.com/menu/artikel.aspx?cat=si&id=79
  6. Wikipedia, Hypersexuality, http://en.wikipedia.org/wiki/Hypersexuality

Posted in Artikel Kedokteran0 Comments

Etiologi dan Patofisiologi CLP


CLP adalah kelainan bentuk fisik pada wajah akibat pembentukan abnormal pada wajah

fetus selama kehamilan. Pembentukan wajah tersebut berlangsung dalam 6 hingga 8 minggu

pertama kehamilan. CLP dapat timbul tersendiri atau muncul sebagai salah satu bagian dari

syndrome. Dari seluruh kasus CLP, 70% diantaranya adalah kasus CLP tersendiri (isolated cleft

lip and palate), dan bukan salah satu bagian dari syndrome tertentu. Beberapa syndrome yang

terkait dengan CLP adalah 22q11.2 deletion syndrome, atau syndrome (trisomi 13) dan Van der

Woude syndrome.

Kelainan kongenital muncul dari gabungan antara faktor multigenetik dan faktor

lingkungan. Isolated cleft disebabkan oleh multigen dan atau pengaruh faktor lingkungan.

Walaupun gen memiliki peran penting, dalam embryogenesis wajah, faktor lingkungan berperan

sama penting. Ada tiga kategori faktor lingkungan yang berpengaruh dalam pembentukan janin,

yaitu teratogen, infeksi, dan nutrien serta metabolisme kolesterol. Ibu hamil yang merokok

menjadi faktor penting penyebab CLP. Teratogen lainnya yang meningkatkan risiko CLP

diantaranya adalah obat-obatan, seperti anticonvulsant phenytoin dan benzodiazepines, atau

pestisida, seperti dioxin.

Morfogenesis fasial dimulai dengan migrasi sel-sel neural crest ke dalam  regio fasial,

remodeling matriks ekstraseluler, proliferasi dan differensiasi sel-sel neural, crest untuk

membentuk jaringan otot dan pengikat, penggabungan antar komponen, dan pada bibir atas

terjadi merger procesus maksilaris & nasalis medialis pada minggu VI kehamilan. Pembentukan palatum primer dari procesus nasalis medialis, dan pembentukan palatum sekunder dari procesus

palatal sinistra & dekstra pada 8-12 minggu kehamilan.

Patofisiologi molekuler secara garis besar terjadi melalui tahap-tahap tertentu, yaitu

(a) defek pembentukan sel-sel neural crest

– klas transkripsi faktor homeoboks (AP2, Barx2, goosecoid, Msx1&2, Otx2,Pax7&9 dan

Prx1&2).

– perlu untuk ekspresi gen Dlx sepanjang neural tube, ectoderm dan mesenchyme dari neural

crest.

(b) Defek proliferasi sel-sel neural crest

– ektoderm berfungsi untuk mempertahankan proliferasi mesenchyme dari neural crest.

– protein Sonic hedgehog (SHH) memegang peran

(c) Defek diferensiasi sel-sel neural crest

– Famili TGFβ terlibat (1) dalam proliferasi, diferensiasi dan migrasi sel, (2) regulasi deposisi

matriks ekstraseluler dan (3) transformasi epitelial-mesensimal.

– analisis genetik: fusi palatal perlu TGFβ.

(d) Defek matriks ekstraseluler

– perkembangan organ fasial melibatkan EGFR signaling: regulasi sekresi matriks

metalloproteinase

– TGFα merupakan ligan EGFR. (Young et.al., 2000).

Gen-gen yang telah diketahui menjadi penyebab terjadinya isolated CLP diantaranya adalah

IRF6 (sebagai gen yang juga berpengaruh dalam Van der Woude syndrome), P63, PVRL1,

TGFA, TBX22, MSX1, FGFR1 dan SATB. Namun mutasi pada IRF6, MSX1, dan FGFR1 umumnya terkait dengan kelainan gigi dan CLP yang terjadi lebih dari satu kali di dalam suatu

silsilah keluarga, dalam hal ini ada kemungkinan diturunkan. (Murray and Schutte, 2004). Gen-

gen yang telah ditemukan mempunyai interaksi dengan paparan asap rokok dan menyebabkan

timbulnya CLP adalah TGFA, MSX1, TGFB3, RARA, P450, GST, dan EPHX. (Murray, 2002).

BAca selanjutnya : Klasifikasi dan Penatalaksanaan CLP

Posted in Artikel Kedokteran0 Comments

Pengertian Cleft Lip and Palate


PENDAHULUAN

Cleft Lip and  Palate (CLP) atau bibir sumbing adalah cacat bawaan yang menjadi

masalah tersendiri di kalangan masyarakat, terutama penduduk dengan status sosial ekonomi

yang lemah. Akibatnya operasi dilakukan terlambat dan malah dibiarkan sampai dewasa. Fogh

Andersen di Denmark melaporkan kasus bibir sumbing dan celah langit-langit 1,47/1000

kelahiran hidup. Hasil yang hampir sama juga dilaporkan oleh Woolf dan Broadbent di Amerika

Serikat serta Wilson untuk daerah Inggris. Neel menemukan insiden 2,1/1000 penduduk di

Jepang.2 Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kedokteran0 Comments

Obat Tenggorokan Alami


Sakit tenggorokan bisa dialami siapa saja terutama disaat musim pancaroba. Hidung mampet,  sakit pada tenggorokan  dan suara menjadi hilang sungguh sangat mengganggu. Terlebih jika kegiatan sehari-hari yang kita lakukan haruslah berkomunikasi dengan suara. Pastinya merepotkan. Hilangnya suara atau biasa disebut laringitis disebabkan karena iritasi atau inflamasi pada pita suara.Pita suara menjadi bengkak sehingga suara menjadi kabur atau hilang sementara.

Laringitis bisa disebabkan oleh banyak faktor seperti flu, infeksi virus bisa juga karena bahan kimia. Penanganan pada gangguan ini umumnya dengan menggunakan antibiotik. Disamping itu penanganan secara alami juga sangat efektif.

Minum air hangat

Tubuh kita sebagian besar terdiri dari air, disaat kondisi tubuh kurang baik dan tenggorokan terasa sakit obat yang mujarab adalah minum air putih hangat. Hindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol karena akan memperparah tenggorokan. Air putih hangat juga akan membantu menstabilkan suhu tubuh.

Segeralah Beristirahat

Sakit bukan berarti halangan, sebenarnya sakit adalah salah satu pertanda jika tubuh anda memerlukan istirahat. Sama halnya dengan tenggorokan, mengistirahatkan  tenggorokan sangat baik untuk pita suara anda. Cobalah untuk hening, tidak bersuara untuk mengistirahatkan pita suara anda. Dengan begitu anda sudah mengurangi resiko bertambahnya bengkak dan radang pada tenggorokan

Permen Herbal Pelega Tenggorokan

Saat ini sudah banyak tersedia permen herbal untuk pelega tenggorokan. Cara ini juga sangat praktis untuk anda yang tidak mau berlama-lama menghentikan kegiatan akibat sakit tenggorokan.

Terima kasih sudah menyimak artikel ini, semoga bermanfaat untuk anda dan keluarga yang sedang mengalami sakit tenggorokan

Posted in Artikel Bebas0 Comments

Page 1 of 3112345...102030...Last »