MALARIA


Malaria

Epidemiologi

Malaria merupakan penyakit endemis atau hiperendemis di daerah tropis maupun subtropics dan menyerang Negara dengan penduduk padat.

↔ Penyakit malaria di luar negeri biasanya ditemukan di Negara-negara seperti:

Meksiko, sebagian Karibia, Amerika Tengah dan Selatan, Afrika Sub-Sahara, Timur Tengah, India, Asia Selatan, Indo-Cina, dan pulau-pulau di pasifik selatan.

↔ Penyakit malaria di Indonesia biasanya ditemukan di kawasan Indonesia Timur,antara lain: mulai dari Kalimantan, Sulawesi Tengah sampai Utara, Maluku, Irian Jaya dan dari lombor sampai Nusatenggara Timur serta Timor-timur merupakan daerah endemis malaria dengan Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax. Beberapa daerah di Sumatera mulai dari lampung, Riau, Jambi, dan Batam.

Daur hidup

Penjelasan Bagan :

Infeksi parasit malaria pada manusia mulai bila nyamuk anopheles betina menggigit manusia dan nyamuk akan melepaskan sporozoit ke dalam pembuluh darah dimana sebagian besar dalam waktu 45 menit akan menuju ke hati dan sebagian kecil akan mati di darah. Di dalam sel parenkim hati mulailah perkembangan aseksual (intrahepatik skizogoni atau pre eritrosit skizogoni).perkembangan ini membutuhkan waktu 5,5 hari untuk plasmodium falciparum dan 15 hari untuk plasmodium malariae.

Pada tahapan primer, setelah sel parenkim hati terinfeksi,maka terbentuk skizon hati yang apabila pecah akan mengeluarkan merozoit ke sirkulasi darah (Tahapan ini dilalui oleh semua jenis Plasmodium). Pada tahapan sekunder dimana pada plasmodium vivax dan ovale sebagian parasit di dalam sel hati membentuk hipnozoit yang dapat bertahan sampai bertahun-tahun,dan bentuk ini yang akan menyebabkan relaps pada malaria. Setelah berada dalam sirkulasi darah,merozoit akan menyerang eritrosit dan masuk melalui reseptor permukaan eritrosit, dimana merozoit pada saat di dalam eritrosit sudah berubah menjadi trofozoid,kemudian trofozoid akan pecah menjadi skizon kemudian skizon akan pecah menjadi merozoit yang akan menimbulkan gejala seperti malaria dsb. Pada P.vivax,reseptor permukaan eritrosi t berhubungan dengan factor antigen duffy, hal ini menyebabkan individu dengan golongan darah duffy tidak terinfeksi malaria vivax.parasit tumbuh setelah  memakan hb dan dalam metabolismenya membentuk pigmen yang disebut Hemozoin.

Pada tahapan lanjut trofozoit akan membentuk makrogametosi dan mirogametosit (dalam tubuh manusia). Setelah itu ada nyamuk lain yang dating dan menghisap darah manusia yang sudah terinfeksi, makrogametosit dan mikrogametosit akan dibah menjadi makrogamet dan mikrogamet, dimana proses ini akan berlanjut pada tubuh nyamuk yaitu di lambung nyamuk. Kemudian makrogamet dan mikrogamet akan membentuk zigot kemudian membentuk ookinet dan embentuk ookista dan akan menghasilkan sporozoit. Setelah itu prosesini akan berlanjut terus.

Patogenesis dan Patologi

Setelah melalui jaringan hati P.falciparum melepaskan 18-24 merozoit ke dalam sirkulasi. Merozoit ini akan masuk ke dalam RES dan mengalami fagositosis serta filtrasi.merozoit yang lolos dari filtrasi dan fagositosis akan menginvasi eritrosit. Selanjutnya parasit berkembang secara aseksual,bentuk aseksual ini yang bertanggng jawab dalam patogenesa terjadinya malaria pada manusia.

Sitoadhrensi. Ialah perlekatan antara  parasit dalam eritrosit (EP) stadium matur pada permukaan endotel vaskuler.perlekatan terjadi dengan cara molekul edhesi yang terletak dipermukaan knob EP melekat dengan molekul molekul adhesif yang terletak di permukaan endotel vaskuler.

Sekuestrasi. Sithoadheren menyebabkan EP matur tidak beredar kembali dalam sirkulasi. Parasit dalam eritrosit matur yang tinggal dalam jaringan mikrovaskular disebut EP matur yang mengalami sekuestraasi.

Rosseting. Ialah berkelompoknya EP matur yang diselubungi 10 atau lebih eritrosit yang non parasit.monosit dan makrofag setelah mendapat stimulasi dari malaria toksin (LPS<GPI)..sitokin ini antara lain TNF-ά, IL-1, IL-3, IL-6, LT(lymphotoxin).

Nitri oksida. diteliti bahwa nitrid oksida memberikan efek protektif karena membatasi parasit dan menurunkan ekspresi molekul adhesi.

Patologi

Studi patologi malaria hanya dapat dilakukan pada malaria falciparum karena kematian biasanya disebabkan oleh plasmodium falciparum.selain perubahan jaringan dalam patologi malaria yang penting ialah keadaan mikro-vaskuler dimana parasit malaria berada. Beberapa organ yang terlibat antara lain otak,jantung,paru,hati-limpa,ginjal,usus, dan sum-sum tulang.

Sitokin. Sitokin terbentuk dari sel endotel

Gejala Klinis

  • Menggigil/dingin
  • Panas
  • Keringat
  • Apireksi
  • Malaise
  • Mual Dan Muntah
  • Anoreksia
  • Sefalgi
  • Nyeri tulang
  • Mialgi
  • Splenomegali
  • Anemi

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

PEMERIKSAAN TETES DARAH UNTUK MALARIA

Pemeriksaan tetes darah tepi untuk menentukan adanya parasit malaria sangat penting untuk menegakkan diagnosa. Pemeriksaan satu kali dengan hasil negatip tidak mengenyampingkan diagnosa malaria. Pemeriksaan darag tepi 3 kali dan hasil negatif malah diagnosa malaria dapat dikesampingkan. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan oleh tenaga laboratorik yang berpengalaman dalam pemeriksaan parasit malaria. Pemeriksaan pada saat penderita demam atau panas dapat meningkatkan kemungkinan diketemukannya parasit. pemeriksaan dengan stimulasi adrenalin 1 : 1000 tidak jelas manfaatnya dan sering membahayakan terutama penderita dengan hipertensi. Pemeriksaan parasot malaria melalui aspirasi sumsum tulang hanya untuk maksud akademis dan tidak sebagai cara diagnosa yang praktis. Adapun pemeriksaan darah tepi dapat dilakukan melalui :

  • Tetesan Preparat Darah Tebal

Merupakan cara terbaik untuk menemukan parasit malaria karena tetesan darah cukup banyak dibandingkan preparat darah tipis. Sediaan mudah dibuat khususnya untuk studi lapangan. Ketebalan dalam membuat sediaan perlu untuk kemudahan identifikasi parasit. pemeriksaan parasit dilakukan selama 5 menit (diperkirakan 100 lapang pandang dengan pembesaran kuat). Preparat dinyatakan negatif setelah diperiksa 200 lapang pandang dengan pembesaran kuat 700-1000 kali tidak ditemukan parasit. Hitung parasit dapat dilakukan pada tetes darah tebal dengan menghitung jumlah parasit per 200 leukosit. Bila leukosit 1.000 /ul darah maka hitung parasitnya ialah jumlah parasit dikalikan 50 merupakan jumlah parasit per mikro-liter darah.

  • Tetesan Darah Tipis

Digunakan untuk identifikasi jenis plasmodium, bila dengan preparat darah tebal sulit ditentukan. Kepadatan parasit  dinyatakan sebagai hitung parasit (parasite count), dapat dilakukan berdasarkan jumlah eritrosit yang mengandung parasit per 1.000 sel darah merah. Bila jumlah parasit > 100.000 /ul darah menandakan infeksi yang berat. Hitung parasit penting untuk menentukan prognosa penderita malaria, walaupun komplikasi juga dapat timbul dengan jumlah parasit yang minimal. Pengecatan dilakukan dengan cat Giemsa, atau Leishman’s atau Field’s dan juga Romanowsky. Pengecatan Giemsa yang umum dipakai pada beberapa laboratorium dan merupakan pengecatan yang mudah dengan hasil yang cukup baik.

  • Tes Antigen : P-F test

Yaitu mendeteksi antigen dari P.Falciparum (Histidine Rich Protein H). Deteksi sangat cepat hanya 3 – 5 menit, tidak memerlukan latihan khusus, sensitivitasnya baik, tidak memerlukan alat khusus. Deteksi untuk antigen vivaks sudah beredar di pasaran yaitu dengan metode ITC-Tes sejenis dengan mendeteksi laktat dehidrogenase dari plasmodium  (pLDH) dengan cara immunochromatographic telah dipasarkan dengan nama test OPTIMAL. Optimal dapat mendeteksi dari 0 – 200 parasit / ul darah dan dapat membedakan apakah infeksi P. falciparum atau P. vivax . Sensitivitas sampai 95% dan hasil positif adalah lebih rendah dari tes deteksi HRP-2. Tes ini sekarang dikenal sebagai tes cepat (rapid test). Tes ini tersedia dalam berbagai nama tergantung pabrik pembuatnya.

  • Tes Serologi

Tes serologi mulai diperkenalkan tahun 1962 dengan memakai tehnik indirec fluorecent antibody test. Tes ini berguna mendeteksi adanya antibodi spesifik terhadap malaria atau pada keadaan dimana parasit sangat minimal. Tes ini kurang bermanfaat sebagai alat diagnostik sebab antibodi baru terjadi setelah beberapa hari parasitemia. manfaat tes serologi terutama untuk penelitian epidemologi atau alat uji saring donor darah. Titer > 1 : 200 dianggap sebagai infeksi baru; dan test > 1 : 20 dinyatakan positip. Metode-metode tes serologi antara lain indirect haemagglutination test, immuno-precipitation techniques, ELISA tes, radio-immunoassay.

  • Pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction)

Pemeriksaan ini dianggap sangat peka dengan teknologi amplifikasi DNA, waktu dipakai cukup cepat dan sensivitas maupun spesifitasnya tinggi. Keunggulan tes ini walaupun jumlah parasit sangat sedikit dapat memberikan hasil positif. tes ini baru dipakai sebagai sarana penelitian dan belum untuk pemeriksaan rutin.

TERAPI DAN PENATALAKSANAAN

Terapi malaria tergantung dari spesies malarianya. Resistensinya terhadap obat antimalaria merupakan masalah yang cukup berat dalam penanganan malaria falciparum, terutama di Asia Tenggara.

  • P.ovale, P. vivax, dan P. malariae : terapi dengan klorokuin selama 3 hari berturut-turut untuk menghilangkan infeksi sel darah merah. Primakuin dibutuhkan bentuk pada infeksi oleh P.vivax dan P.ovale untuk menghilangkan bentuk yang dorman di hati. Keadaan glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD) pasien perlu diperiksa untuk menghindari terjadinya hemolisis akibat pemberian primakuin.
  • P. falciparum tanpa komplikasi : resistensi terhadap klorokuim ditemukan di sebagian besar daerah di dunia. Kuinin oral perlu diberikan selama 7 hari; biasanya dikombinasikan dengan doksisiklin. Obat lain termasuk neflokuin, derivat artemisin, dan atovakuon-proguanil.
  • Infeksi P. falciparum berat : kuinin intravena perlu diberikan. Dosis ‘loading’ memungkinkan konsentrasi terapi tercapai dalam waktu yang lebih singkat. Derivat artemisin parenteral efektif namun saat ini belum memperoleh lisensi di Inggris.

Terapi suportif sangat penting, termasuk menjaga keseimbangan cairan untuk mencegah gangguan ginjal atau edema paru. Hipoglikemia sering terjadi dan perlu diantisipasi. Peran transfusi tukar pada malaria berat belum terbukti dan masih diperdebatkan kegunaannya. Banyak yang menggunakannya pada pasien dengan manifestasi malaria berat dan jumlah parasit yang tinggi (> 10% sel darah merah terinfeksi).

PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS

Sebagian besar pasien menjadi afebris dan tidak ditemukan parasit dalam tubuhnya dalam waktu 2-3 hari. Terdapat rasio kematian yang tinggi pada kasus malaria berat, terutama pada pasien non-imun. Obat antimalaria harus diteruskan sampai tuntas; apabila terjadi terapi tidak adekuat, atau apabila parasitnya resisten secara parsial terhadap obat yang digunakan, maka dapat terjadi infeksi kembali (rekrudesensi).

Posted in Artikel Kedokteran0 Comments

LIPOMA


Definisi:

Lipoma merupakan tumor mesenkim jinak (benign mesenchymal tumors) yang berasal dari jaringan lemak (adipocytes).

Variant Lipoma:

1. Adenolipoma, variasi lipoma di payudara. Seringkali memiliki komponen marked fibrotic. Biasanya dianggap sebagai hamartoma.
2. Angiolipoma mengandung banyak pembuluh darah kecil.
3. Lipoma jantung (cardiac lipomas) dapat mengapur mengikuti nekrosis lemak.

Manifestasi Klinis:

Lipoma seringkali tidak memberikan gejala (asymptomatic).

Gejala yang muncul tergantung dari lokasi, misalnya:
• Pasien dengan lipoma kerongkongan (esophageal lipoma) dapat disertai obstruction, nyeri saat menelan (dysphagia), regurgitation, muntah (vomiting), dan reflux. Esophageal lipomas dapat berhubungan dengan aspiration dan infeksi saluran pernapasan yang berturutan (consecutive respiratory infections).
• Lipoma di saluran napas utama (major airways) dapat menyebabkan gagal napas (respiratory distress) yang berhubungan dengan gangguan bronkus (bronchial obstruction). Pasien datang dengan lesi parenkim (parenchymal lesions) atau endobronchial.
• Lipoma juga sering terjadi pada payudara, namun tak sesering yang diharapkan mengingat luasnya jaringan lemak.
• Lipoma di usus (intestines), misalnya: duodenum, jejunum, colon dapat menyebabkan nyeri perut (abdominal pain) dari obstruksi atau intussusception, atau dapat menjadi jelas melalui perdarahan (hemorrhage).
• Lipoma jantung (cardiac lipomas) terutama berlokasi di subendocardial, jarang intramural, dan normalnya tidak berkapsul (unencapsulated). Terlihat sebagai suatu massa kuning di kamar/bilik jantung (cardiac chamber).
• Lipoma juga dapat muncul di jaringan subkutan vulva. Biasanya pedunculated dan dependent.

Indikasi:

• Lipoma dihilangkan dengan alasan sbb:
o kosmetika (jenis subcutaneous lipomas)
o untuk evaluasi jaringan (histology)
o bila disertai gejala
o saat tumbuh, membesar, lebih dari 5 cm.

Terapi:

Terapi Medis:

• Terapi medis termasuk eksisi endoskopik tumor di traktus gastrointestinal bagian atas (misalnya: esophagus, perut (stomach), dan duodenum) atau colon.

Terapi Pembedahan (Surgical therapy):

Pembedahan (complete surgical excision) dengan kapsul sangatlah penting untuk mencegah kekambuhan setempat (local recurrence).

Terapi tergantung lokasi tumor.

Pada lokasi yang tidak biasanya, pemindahan lipoma menyesuaikan tempatnya.

• Pemindahan setempat diindikasikan pada lipoma di dekat saluran nafas utama (major airways). Lipoma paru-paru memerlukan resection parenkim paru-paru atau saluran pernafasan yang terlibat (the involved airway).
• Pemindahan setempat (Local removal) diindikasikan pada lipoma usus (intestinal lipomas) yang menyebabkan obstruction.
• Jika lipoma esophagus tidak dapat dipindahkan dengan endoskopi, maka diperlukan pembedahan (surgical excision).
• Lipoma pada payudara (breast lipomas) dihilangkan jika pada dasarnya meragukan.
• Lipoma usus, khususnya duodenum, sebaiknya dihilangkan baik secara endoskopi maupun pembedahan karena dapat menyebabkan obstruction, jaundice, atau perdarahan (hemorrhage).
• Lipoma pada vulva dapat dihilangkan di tempat (locally excised).

Catatan:

Lipoma terjadi pada 1% populasi.

Lipoma merupakan tumor jaringan lunak (soft tissue tumor) yang paling umum dijumpai.

Liposuction dapat dikerjakan pada lipoma kecil di wajah (small facial lipomas) karena alasan estetika.

Liposuction diindikasikan untuk perawatan lipoma sedang atau medium (misalnya, 4-10 cm) dan besar (large) (misalnya, >10 cm). Pada lipoma yang kecil, tidak ada keuntungan yang dilaporkan karena tumor dapat diekstraksi (extracted) melalui irisan kecil (small incisions).

Posted in Info Penyakit0 Comments

Clostridium Perfingens Penyebab Keracunan Makanan


BAB I

PENDAHULUAN

Clostridium perfringens (sebelumnya dikenal sebagai Clostridium welchii) merupakan Gram-positif, berbentuk batang, anaerobik, membentuk spora bakteri dari genus Clostridium. C. perfringens is ubiquitous in nature and can be found as a normal component of decaying vegetation, marine sediment, the intestinal tract of humans and other vertebrates , insects , and soil . perfringens adalah di mana-mana di alam dan dapat ditemukan sebagai komponen normal dari pembusukan vegetasi, endapan laut, yang usus dari manusia lain dan vertebrata, serangga, dan tanah. Virtually every soil sample ever examined, with the exception of the sands of the Sahara , has contained C. Hampir setiap sampel tanah pernah diperiksa, kecuali dari pasir dari Sahara, telah terdapat C. perfringens . [ citation needed ] perfringens9(1)

Klasifikasi ilmiah

Kingdom: Kerajaan: Bacteria Bakteri
Division: Divisi: Firmicutes Firmicutes
Class: Kelas: Clostridia Clostridia
Order: Pesanan: Clostridiales Clostridiales
Family: Keluarga: Clostridiaceae Clostridiaceae
Genus: Clostridium Clostridium
Species: Jenis: perfringens perfringens

(1) Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kesehatan0 Comments

GONORE


gonore

Gonore adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoea ( diplokokkus gram  negatif)

ETIOLOGI

Gonokokà diplokok, gram negatif

Masa inkubasi: 2 – 5 hari

4 tipe (Kellog):

—  Tipe I & II mempunyai pili & virulen

—  Tipe III & IV # mempunyai pili & nonvirulen

GEJALA KLINIS

Infeksi pada ♂

@  Urethral discomfort

@  Disuria

@  Keluar duh tubuh (pus) dari penis + nyeri (purulent discharge)

@  Infeksi oral, gejala atau adanya sore throat (sakit tenggorokan)

@  Infeksi anal, gatal2 pd anus atau keluar discharge

@  Meatus uretra kemerahan + edema

@  Komplikasi :    – Epididimitis

– Prostatitis akut/kronis

– Vesikulitis seminalis

– Infeksi Cowpers & kelenjar Tyson

PEMERIKSAAN PENUNJANG

  1. Sediaan langsung
  2. Kultur, tes oksidasi & fermentasi
  3. Tes beta laktaase
  4. Tes Thomson

PENGOBATAN

Penisilin & derivatnya

  • Ampisilin 3,5 mg + 1 gr probenesid & amoksisilin 3 gr + 1 gr probenesid
  • Penisilin G prokain : 3-4,8 juta IU + 1 gr probenesid

Kuinolon

  • Siprofloksasin 500 mg  peroral
  • Ofloksasin 400 mg peroral

Sefalosporin

  • Seftriakson 125-250 mg IM
  • Cefiksim 400 mg oral

Spektinomisin 2 gr IM

Aminoglikosida

  • Kanamisin 2 gr IM
  • Gentamisin 240 mg IM

Tiamfenikol 2500 mg à 2 hari

Azitromisin 2 gram

Sulfonamid & Trimetoprim

Ø  Cotrimoksazole (Sulfametoksazole + Trimetoprim: 400 mg/80 mg) peroral à 3 hari

Menurut Giudeline STI 2007:

•        Regimen yang direkomendasikan:

•        Ceftriaxone 250 mg im dosis tunggal

•       Cefixime 400 mg oral dosis tunggal

•        Regimen alternatif:

•       Cefotaxime 1 g im dosis tunggal

•       Spectinomycin 2 g im dosis tunggal

Posted in Info Penyakit0 Comments

Diuretik Pertolongan Pertama Untuk Hipertensi


Obat Diuretik
Umumnya diberikan pertama untuk mengobati hipertensi. Diuretik bekerja dengan mengurangi jumlah air dalam plasma darah, dengan membuangnya dalam urin. Akan terjadi penurunan volume cairan dan natrium yang berlebihan dalam tubuh, sehingga pembuluh darah tidak terlalu berat bekerja. Kondisi ini pada akhirnya akan menurunkan tekanan aliran darah. Yang termasuk golongan diuretic antara lain tiazid, furosemid, spironolakton. Diuretik efektif diberikan pada lanjut usia, kegemukan, dan gagal jantung atau ginjal kronis.

Posted in Terapi Hipertensi0 Comments

Asupan yang harus dihindari selama hamil


Selama hamil, banyak ragam makanan yang dianjurkan dan juga dilarang. Itu Artinya, ibu hamil harus hati-hati dalam memilih makanan. Sebab makanan berpengaruh pada tumbuh kembangnya janin.

Berikut ini merupakan asupan yang harus dihindari oleh ibu selama masa kehamilan :

Junk Food

Penambahan berat badan selama hamil merupakan hal yang wajar. Tapi makanan sejenis junk food,minuman botolan, kue-kue bergula tinggi serta gorengan harus dihindari selama masa kehamilan. Sebab junk food menambah kalori dan berat badan tanpa memberi sumbangan nutrisi.

Rokok dan Alkohol

Jika anda sayang terhadap janin didalam kandungan anda maka hindarilah merokok dan minum minuman beralkohol. Sebab menurut penelitian, rokok dan minuman beralkohol dapat mengakibatkan ibu hamil rawan keguguran.

Kalaupun si bayi lahir maka akibat yang ditimbulkan oleh rokok adalah bayi akan memiliki berat badan rendah, beresiko tinggi menderita penyakit kronis, keterbelakangan mental, autism dan kesulitan belajar.

Sedangkan bahaya alcohol dapat menyebabkan anak mengalami kekurangan jasmani, kurang kemampuan belajar dan ketidak stabilan emosi.

Obat-obatan

Saat hamil, apapun yang masuk kemulut anda juga akan masuk kedalam tubuh janin. Jadi berhati-hatilah memilih obat. Salah minum obat bisa mengganggu perkembangan janin anda. Jika terpaksa mium obat karena sakit, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

Hindari :

  • Aspirin
  • Kartison
  • Anti mual
  • Obat diet
  • Obat tidur
  • Steroids
  • Narkotik
  • Antibiotika
  • Antihistamin
  • Obat batuk
  • Anti diabetic
  • Anti thyroid
  • Hormone seks

Makanan tanpa dipasteurisasi

Proses pasteurisasi dilakukan untuk menghilangkan bakteri dari makanan atau minuman, misalnya susu, yoghurt atau keju. Berhati-hatilah dalam memilih makanan dan minuman yang tidak melewati proses pasteurisasi.

Makanan Mentah

Segala makanan laut (Seafood) yang masih mentah seperti sushi, daging sate atau steak yang dibakar atau direbus setengah matang tidak boleh dikonsumsi selama hamil. Karena ada kemungkinan tercemar bakteri atau virus toksoplasma yang bisa membahayakan janin.

Makanan olahan dan zat pewarna

Selama masa kehamilan, ibu dianjurkan untuk menghindari konsumsi :

  • Olestra
  • Sakarin
  • Makanan kaleng
  • MSG atau vetsin
  • Zat pewarna makanan
  • Daging yang diawetkan
  • Zat lemak

Demikian tadi merupakan asupan yang harus dihindari selama ibu dalam masa kehamin, semoga dapat membantu ibu dan si buah hati.

Posted in Artikel Kedokteran, Kesehatan Anak0 Comments

TIPS ANAK TETAP FIT SAAT BERPUASA


Islam mewajibkan puasa bagi seseorang yang telah akhil baligh, namun sebelum anak akhil baligh biasanya orang tua telah mengajari anak berpuasa. Banyak segi positif dari berpuasa yang bermanfaat yang diajarkan orang tua untuk anaknya. Sejak anak Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kesehatan0 Comments

Cara Pengawetan Daging Segar Olahan


Daging segar olahan agar bertahan lama membutuhkan pengawetan. Pengawetan dengan cara yang benar dapat anda pelajari dengan membaca panduan cara pengawetan Daging segar Olahan berikut ini :

Posted in Artikel Kesehatan0 Comments

Angiotensin II Reseptor Blocker (ARB)


Angiotensin II Reseptor BlockerAngiotensin II dihasilkan dengan melibatkan dua jalur yakni RAAS (Renin Angiotensin Aldosteron System) dan jalur alternative lain. ARB menyebabkan penurunan tekanan darah dengan mekanisme serupa dengan ACEI, bedanya ARB menghambat pembentukan angiotensin II dari semua jalur sedangkan ACEI hanya menghambat dari jalur RAAS. Obat yang termasuk ARB adalah losartan, valsartan, candesartan. ARB mampu mengurangi berlanjutnya kerusakan organ target jangka panjang, dengan pasien hipertensi dan indikasi khusus lain seperti diabetes.

Posted in Terapi Hipertensi0 Comments

Tips mengatasi bibir kering dan pecah pecah selama berpuasa


bibir kering dan pecahPada saat menjalani ibadah puasa, biasanya kulit bibir cenderung lebih kering karena berkurangnya air yang masuk kedalam tubuh. Hal ini juga berdampak pada penampilan kulit yang kurang menarik termasuk bagian bibir. Dalam kondisi seperti ini, kulit pada bagian bibir akan mudah kering dan pecah-pecah dibandingkan kulit pada bagian tubuh lainnya. Namun Anda bisa mencegahnya dengan mempertahankan kelembapan dan kesehatan kulit bibir kala berpuasa.

Berikut ini cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi bibir kering saat berpuasa dari dr Wachyudi Muchsin, Public Relation Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar ;

  • Hindari kebiasaan menjilat bibir. Walaupun hal itu membuat keadaan kulit bibir terasa lebih nyaman, tetapi tindakan ini dapat menyebabkan bibir menjadi lebih kering dari sebelumnya. Pasalnya, tindakan ini mengakibatkan hilangnya minyak alami yang dihasilkan bibir guna melindunginya.
  • Minum air secukupnya. Atasi dehidrasi yang menjadi salah satu penyebab kulit kering dan bibir pecah-pecah dengan minum air secukupnya sebelum dan saat sahur. Saat berbuka pastikan meneguk air putih terlebih dahulu sebelum menyantap makanan dan minuman manis lainnya.
  • Hindari makanan pedas dan terlalu asin
  • Saat berbuka atau jelang sahur, hindari minuman berkafein dan merokok, karena rokok dapat mengeringkan minyak alami pada bibir yang berfungsi untuk melindungi bibir.
  • Gunakan pelembab bibir. Gunakan sesuai kebutuhan agar bibir tetap bisa tampil segar dan sehat selama berpuasa.

Semoga tips mengatasi bibir kering dan pecah-pecah ini dapat menjadi solusi sehat anda selama berpuasa.

Sumber : Harian Fajar

Posted in Tips Sehat0 Comments

Page 1 of 3112345...102030...Last »