Sindrom Metabolik


PENDAHULUAN

Sindrom metabolik (MS) adalah gangguan yang ditandai oleh koeksistensi dalam individu dari beberapa gangguan metabolisme yang melibatkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular (CVD), aterosklerosis dan / atau diabetes melitus (DM) tipe 2. Dalam mime jika sindrom metabolik bukanlah penyakit, melainkan konsep yang digunakan untuk menilai dan meningkatkan kesadaran risiko kardiovaskular dan membantu mengidentifikasi pasien dengan risiko kardiovaskular yang tinggi.

Ada beberapa definisi dari MS, di mana perbedaan dalam diagnosis didasarkan pada kriteria yang berbeda digunakan untuk definisi dislipidemia, hipertensi, intoleransi glukosa, obesitas dan resistensi insulin, biasanya dianggap sebagai yang terakhir unsur umum dalam perubahan di SM.

EPIDEMIOLOGI

Secara keseluruhan, prevalensi sindrom metabolik bervariasi sesuai dengan kriteria yang digunakan untuk diagnosis dan karakteristik populasi target yang digunakan dalam berbagai penelitian, terutama usia dan jenis kelamin penduduk dan prevalensi obesitas. Dalam populasi lebih dari 20 tahun AS prevalensinya tubuh 20-25%, meningkat dengan usia, 6,7% dari anak usia 20-29 tahun dan 43,5% dari 60-69 tahun. Prevalensi tampaknya agak lebih rendah pada populasi Eropa, hampir 15%. Di Spanyol prevalensi MS mirip, diperkirakan bahwa antara 14-19% pada populasi umum sesuai dengan definisi yang digunakan. Baca Selengkapnya

Posted in Referat Kedokteran0 Comments

Camamma


CA MAMMA

( Kanker Payudara)

PENDAHULUAN

Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak, maupun jaringan ikat payudara.

Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm dalam waktu 8 -12 tahun. Beberapa jenis kanker payudara :

  1. Karsinoma insitu.

Kanker masih berada pada tempatnya, merupakan kanker dini yang belum menyebar atau menyusup keluar dari tempat asalnya.

  1. Karsinoma invasive.

Kanker yang telah menyebar dan merusak jaringan lainnya, terlokalisir maupun metastatik.

  1. Karsinoma Duktal

Kanker yang berasal dari Sel-sel yang melapisi saluran yang menuju putting susu.

  1. Karsinoma Lobuler

Kanker yang mulai tumbuh didalam kelenjar susu, biasanya terjadi setelah menopause

  1. Karsinoma Meduler

Kanker ini berasal dari kelenjar susu

  1. Karsinoma Tubuler

Kanker ini berasal dari kelenjar susu

INSIDEN

            The America  cancer society mencatat lebih dari 193.700 kasus baru dari kanker payudara (31% dari total kanker) yang telah didiagnosis pada tahun 2001 di Amerika Serikat.

Kanker payudara menduduki tempat kedua setelah karsinoma serviks uteri terbanyak di Indonesia. Kanker payudara jarang ditemukan pada wanita usia dibawah 20 tahun. Anka tertinggi terdapat pada usia 45-66 tahun. Insidens karsinoma mamma pada laki-laki hanya 1%dari kejadian pada wanita.

 

ETIOLOGI

            Penyebab tidak  diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa factor resiko yang menyebabkan seseorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara. Beberapa factor resiko tersebut adalah:

1)      Usia

Sekitar 60 % terjadi pada usia diatas 60 tahun, dengan resiko terbesar pada wanita diatas 70 tahun

2)      Pernah menderita kanker payudara

Setelah payudara yang terkena diangkat, maka resiko terjadinya kanker payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1 % / tahun.

3)      Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara

4)      Factor genetic dan hormonal

Telah ditemukan 2 varian gen yang berperan terjadinya kanker payudara yaitu; BRCA I dan BRCA II

5)      Pernah menderita penyakit payudara non-kanker

6)      Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun, belum pernah hamil. Baca Selengkapnya

Posted in Referat Kedokteran0 Comments

AMAN MEMILIH JAJANAN ANAK


AMAN MEMILIH JAJANAN ANAK

Kebanyakan anak sangat tergoda dengan makanan yang berwarna mencolok atau bentuknya menarik, tapi ternyata makanan tersebut tidak aman. Berikut cara mudah memilih jajanan aman bagi anak.

1.       Amati warnanya, mencolok atau tidak

Amati apakah makanan tersebut berwarna mencolok atau jauh berbeda dari aslinya. Snack, kerupuk, mie, es krim, yang berwarna terlalu mencolok ada kemungkinan telah ditambahkan zat pewarna yang tidak aman. Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kedokteran0 Comments

HATI-HATI JIKA SI KECIL TIDAK BEREAKSI



Beragam keterbatasan membuat anak tidak bereaksi terhadap lingkungannya. Seperti autisme, kehilangan pendengaran, serta gangguan bicara dan bahasa atau cerebral palsy (terbelakang mental). Kesemuanya ini tidak langsung dapat terdeteksi saat si kecil lahir.
Para ahli tumbuh kembang anak berpendapat bahwa deteksi dan intervensi dini memberi kesempatan untuk tumbuh kembang optimal. Kendati demikian, sebetulnya tidak mudah untuk melakukan deteksi dini, karena orang tua tidak paham caranya. Terlebih lagi tiap anak mempunyai perbedaan perkembangan bergantung pada kematangan, bawaan, temperamen, dan kondisi fisik masing-masing anak.
Dalam penelitian yang dilakukan bersama dengan tim Bagian Tumbuh-Kembang Anak Fakultas Kedokteran Universitas Emory di Atlanta-Georgia, Amerika Serikat; Prof. Leslie Rubin, MD direktur lembaga menyatakan bahwa intervensi dini sangat dibutuhkan untuk menangani masalah tumbuh kembang anak. Intervensi dini dapat meminimalkan dampak gangguan dan ini berarti anak tidak memerlukan perlakuan khusus dalam hidupnya kelak, alias mandiri.
Jika Anda mendapati anak Anda mengalami keterlambatan tumbuh-kembang, hal pertama yang harus dilakukan adalah konsultasi dengan dokter keluarga atau ahli anak yang merawat si kecil.
Begitu mengetahui anak bermasalah, orang tua biasanya merasa bersalah, cemas, marah, dan sedih. Orang tua lantas putus asa memikirkan masa depan anaknya. Menerima kenyataan dan mengatasi kesedihan merupakan dua hal penting yang harus dilakukan oleh orang tua demi kemajuan buah hatinya. Dana yang besar tentu dibutuhkan dalam proses penanganan gangguan dan keterlambatan si kecil, namun hanya dengan cinta, ketulusan, dukungan dan waktu yang Anda berikan untuk terlibat dalam penanganan anak, keberadaanya yang khusus dan unik akan memberi arti dalam kehidupan Anda.

Posted in Artikel Kedokteran0 Comments

Tips Agar Cepat Punya Anak


tips agar cepat punya anakSaat hendak berhubungan suami istri, tentunya anda ingin pasangan anda dalam keaadaan prima. Nah untuk memiliki momongan, hubungan suami istri tidak hanya prima kondisi tubuh tetapi kondisi sperma juga harus dalam keadaan prima. Namun kebiaasaan dan gaya hidup yang kurang sehat menyebabkan kondisi sperma menjadi tidak fit atau berkurang kualitasnya.

Pakar seksologi Prof. Dr. Randanan Bandaso mengatakan “Kebiasaaan beraktifitas terkadang memang penyebab menurunnya produksi sperma”. Untuk itu, sebaiknya hindari kebiasaan yang dapat mengganggu sperma seperti :

  • Merokok
  • Alkohol
  • Kegemukan atau Obesitas
  • Obat-obatan
  • Hidup tidak teratur
  • Stress dan Depresi
  • Makanan cepat saji (Fast Food)
  • Pola makan yang tidak teratur
  • Menggunakan celana dalam ketat
  • Suhu yang terlalu panas

Menghindari kebiasaaan diatas tentunya dapat membantu anda untuk cepat mendapatkan momongan. Biasakanlah hidup sehat dan perbaikilah kondisi tubuh anda sebelum berhubungan dapat sangat membantu anda dalam hal kesuburan.

Posted in Informasi kesehatan0 Comments

LAPORAN KASUS ABSES HEPAR


LAPORAN KASUS HEPATOMA

 hepa

 

 

 

  1. IDENTITAS PASIEN

 

NAMA                                                :Tn. A

KELAMIN                                         :Laki-laki

UMUR                                                :53 tahun

ALAMAT                                           :Dulang Toraja

RUMAH SAKIT                                : RS WS

TANGGAL MRS                               :12 Maret 2012

DOKTER RUANGAN                      :

 

  1. ANAMNESIS (AUTOANAMNESIS)

 

Keluhan Utama           : Benjolan pada perut kanan atas

Anamnesis Terpimpin  :

Dialami sejak ± 3 bulan yang lalu. Benjolan tersebut awalnya kecil dan semakin hari dirasakan semakin membesar sejak ± 1 bulan terakhir. Benjolan disertai dengan rasa nyeri pada daerah perut bagian kanan atas tetapi tidak menjalar ke tempat lain. Nyeri bersifat hilang timbul dan dirasakan seperti tertusuk. Nyeri ulu hati (-). Mual (-) Muntah (-). Nafsu makan menurun sejak ± 1 bulan terakhir. Pasien merasakan ada penurunan berat badan tetapi tidak diketahui berapa banyak penurunan berat badannya. Demam (-). Riwayat demam (+) ± 1 bulan yang lalu, tidak terus-menerus selama ± 1 minggu. Demam turun sendiri tanpa obat penurun panas. Sakit kepala (-). Batuk (-) Sesak (-) Nyeri dada (-).

BAB : Biasa, warna coklat. Riwayat BAB hitam (-)

BAK : Lancar, warna seperti teh pekat dialami sejak ±1 bulan yang lalu. Nyeri saat berkemih (-). Riwayat kencing berpasir (-) darah (-).

RPS :  Riwayat hipertensi (-). Riwayat DM (-). Riwayat penyakit jantung (-). Riwayat penyakit kuning (-). Riwayat alkohol (+) sejak ± 20 tahun yang lalu, pasien minum alkohol 1 atau 2 kali dalam seminggu tetapi kalau ada pesta kadang bisa habis sampai ± 5 liter satu kali minum. Baca Selengkapnya

Posted in Kasus Medis0 Comments

Waspadai Infeksi TORCH


Infeksi TORCH adalah Sekelompok penyakit infeksi yang dapat menyebabkan infeksi kongenital

dan perinatal. TORCH merupakan singkatan dari 4 penyakit Infeksi (Toxoplasma, Rubella, CMV dan HSV)

Infeksi TORCH mempunyai  beberapa kemiripan :

  • Infeksi yang terjadi pada ibu hamil biasanya  tidak bergejala (asimptomatik)
  •   Infeksi pada janin dampaknya bervariasi :

ü  tidak terjadi infeksi

ü  terjadi infeksi ringan sampai berat hingga

ü  terjadi kematian janin

ü  bayi lahir dengan gejala2 : gangguan/kerusakan

ü  pada otak, paru-paru, mata atau telinga

TOXOLASMOSIS

Sumber infeksi toxoplasma adalah berasal dari Tinja kucing (mengandung ookista), Hewan potong yang terinfeksi (mengandung kista) , ibu yang terinfeksi pada saat hamil , Organ/darah donor yang terinfeksi . Penularan toxoplasma dapat terjadi melalui Makan makanan : sayuran dan buah-buahan yang tercemar tinja kucing (sumber ookista), Makan daging yang masih mentah atau kurang  matang (mengandung kista), Melalui kontaminasi mukosa (mulut & mata) Secara vertikal dari ibu ke janin , Melalui transfusi darah , Melalui transplantasi organ. Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kedokteran0 Comments

Patofisiologi Saluran Napas pada Bronkiektasis


            Dilatasi temporer dari bronkus lobaris dapat terjadi pada kasus pneumonia akut, yang mungkin merupakan konsekuensi dari retraksi paru-paru yang tidak berisi udara. Hal ini secara umum akan sembuh dalam beberapa bulan setelah pengobatan pneumonia. Oleh karena itu, diagnosis dari bronkiektasis harus ditegakkan dengan benar setelah masa penyembuhan dari pneumonia akut.10

            Dilatasi permanen dari saluran pernapasan dapat dikategorikan berdasarkan tipe dan tingkat beratnya penyakit. Istilah bronkiektasis bentuk silindris, varikosis, dan sakular telah dikenal sejak 50 tahun yang lalu untuk menggambarkan bentuk dari dilatasi saluran pernapasan pada pemeriksaan bronkografi atau specimen patologis. Dan menurut sumber lain juga dikatakan bahwa tipe-tipe dari bronkiektasis itu antara lain: silindris, sakular, kistik, varikosa, dan bronkiolar. 10, 12

            Patofisiologi dari kerusakan bronkus pada bronkiektasis sebenarnya masih kurang dimengerti. Namun menurut beberapa pemikiran bahwa ini terjadi karena adanya gangguan awal pada dinding bronkus yang sering disebabkan oleh infeksi yang tak terkendali dan mengakibatkan hilangnya elemen structural, terutama kartilago dan serat elastin. Struktur protein dinding saluran pernapasan dapat dirusak oleh eksotoksin atau protease dari bakteri, atau mungkin juga dirusak oleh enzim (elastase, matrix metalloprotease) serta radikal bebas yang dikeluarkan oleh neutrofil dan makrofag sebagai respon terhadap inflamasi yang terjadi. Semua mediator, jaringan ikat, dan sel-sel yang rusak sudah dapat dideteksi dari sputum pasien dengan bronkiektasis pada eksaserbasi akut. Kerusakan pada serat elastin dan komponen matriks kartilago terutama kemungkinan disebabkan oleh remodeling saluran pernapasan.10 Baca Selengkapnya

Posted in Referat Kedokteran0 Comments

Penaganan Sindrom ACA pada Ibu Hamil


sindrom ACASindrom ACA (anticardiolipin) merupakan penyakit autoimun. Penyebab  ACA sampai saat ini belum ditemukan secara pasti. Virus dan bakteri yang dituding sebagai penyebabnya pun  baru dugaan saja. Menurut Dr. Baharuddin Hafied,SpOG begitu ibu hamil mengetahui dirinya terpapar ACA, ada baiknya ibu hamil segera memeriksakan diri kedokter kandungan dan juga dokter ahli penyakit dalam untuk memantau kondisi darahnya. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan dua kali lebih sering dibandingkan dengan kehamilan normal sarannya.

“Biasanya sebelum tujuh bulan, ibu yang terpapar ACA perlu berkonsultasi dua minggu sekali. Diatas tujuh bulan frekuensinya meningkat jadi seminggu sekali sampai menjelang persalinan,” imbuhnya.

Selain itu ibu yang terpapar ACA juga harus menjalani tes laboratorium enam minggu sekali. Dari hasilnya, dokter penyakit dalam akan mengetahui kadar antibody anticardiolopin pasien dan akan memberikan pengobatan. Semakin tinggi kadarnya,kian besarpun resiko terjadinya keguguran. Jadi semakin besar juga usaha yang diperlukan untuk menurunkan kadar antibodi itu.

Posted in Artikel Kesehatan0 Comments

Diagnosis dan Manifestasi Klinis


effect abnormal cerebral perfusion

Gambar 4. Efek dari Perfusi Otak Abnormal [9]

Gejala yang ditimbulkan ditentukan dari letak kelainan perfusi, misalkan pada area yang disuplai oleh pembuluh darah tersebut

 

vascular occlusion

Gambar 5. Oklusi Pembuluh Darah sebagai Penyebab Iskemia [9]

Anamnesis

Faktor Predisposisi

Pada pasien dengan kelainan cerebrovaskuler, penting untuk mengetahui faktor risiko yang memungkinan seperti TIA, hipertensi, dan diabetes. Untuk perempuan, penggunaan kontrasepsi oral diduga berhubungan dengan penyakit oklusi arteri dan vena cerebral, terutama pada keadaan dimana disertai dengan hipertensi dan kebiasaan merokok. Keberadaan kondisi medis seperti penyakit jantung iskemik, penyakit katup jantung, atau aritmia jantung ada baiknya ditelusuri. Berbagai kelainan sistemik yang meliputi kelainan darah dan pembuluh darah juga dapat meningkatkan risiko stroke. Obat antihipertensi dapat menyebabkan gejala cerebrovascular jika tekanan darah diturunkan secara drastis pada pasien dengan okluasi cerebrovascular yang mendekati total disertai sirkulasi kolateral yang tidak memadahi. [7]

Kejadian dan perlangsungan

Anamnesis harus ditujukan untuk mengetahui apakah gambaran klinis tersebut merupakan TIA, stroke in evolution, atau complete stroke. Pada beberapa kasus, dapat juga dievaluasi apakah stroke tersebut merupakan stroke thrombotik ataupun embolik. [7]

  1. Ciri-ciri yang mengarah pada stroke thrombotik

Pasien dengan oklusi vaskuler thrombosis biasanya memberikan gejala penambahan secara bertahap defisit neurologis. Kejadian oklusi biasanya didahului oleh beberapa kali TIA. [7]

  1. Ciri-ciri yang mengarah pada stroke emboli

Emboli cerebri umumnya menyebabkan defisit neurologis yang terjadi tiba-tiba dan maksimal pada saat kejadian. Pada banyak pasien, emboli yang berasal dari jantung biasanya dicurigai dengan adanya tanda inferk cerebri multifokal, penyakit katup jantung, cardiomegali, aritmia, atau endocarditis. [7]

Gejala yang berhubungan Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kedokteran, Referat Kedokteran0 Comments

Page 1 of 3112345...102030...Last »
Baca Juga Artikel Menarik Ini close