MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI)


Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan pada bayi/anak untuk meme-nuhi kebutuhan gizinya.

MP – ASI diberikan  mulai umur 6 bulan sampai 24 bulan. Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kesehatan0 Comments

Verify Site


AM9AUXTBDEK6

Posted in Artikel Kedokteran0 Comments

Tips Agar Cepat Punya Anak


tips agar cepat punya anakSaat hendak berhubungan suami istri, tentunya anda ingin pasangan anda dalam keaadaan prima. Nah untuk memiliki momongan, hubungan suami istri tidak hanya prima kondisi tubuh tetapi kondisi sperma juga harus dalam keadaan prima. Namun kebiaasaan dan gaya hidup yang kurang sehat menyebabkan kondisi sperma menjadi tidak fit atau berkurang kualitasnya.

Pakar seksologi Prof. Dr. Randanan Bandaso mengatakan “Kebiasaaan beraktifitas terkadang memang penyebab menurunnya produksi sperma”. Untuk itu, sebaiknya hindari kebiasaan yang dapat mengganggu sperma seperti :

  • Merokok
  • Alkohol
  • Kegemukan atau Obesitas
  • Obat-obatan
  • Hidup tidak teratur
  • Stress dan Depresi
  • Makanan cepat saji (Fast Food)
  • Pola makan yang tidak teratur
  • Menggunakan celana dalam ketat
  • Suhu yang terlalu panas

Menghindari kebiasaaan diatas tentunya dapat membantu anda untuk cepat mendapatkan momongan. Biasakanlah hidup sehat dan perbaikilah kondisi tubuh anda sebelum berhubungan dapat sangat membantu anda dalam hal kesuburan.

Posted in Informasi kesehatan0 Comments

Syarat Rumah Sehat


Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain, posisi garis sempadan jalan, kontruksi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.

Memenuhi kebutuhan psikologis antara lain privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah.

Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antar penghuni rumah dengan penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayan dan penghawaan yang cukup.

Memenuhi kebutuhan fisiologis antara lain pencahayaan, penghawan dan ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu.

?

Posted in Informasi kesehatan0 Comments

PITIRIASIS LICHENOIDES


 

  • Pitiriasis lichenoides dan varioliformis acuta ( PLEVA ) dan pitiriasis lichenoides chronica (PLC) menunjukkan dua akhir dari spektrum penyakit; bentuk keseluruhan dan intermediatenya dapay menyertai.
  • Semua bentuk dikarakterisasi oleh penetapan yang spontan, berhimpitan dengan sekumpulan papula.
  • Papul PLEVA bertahan sampai bermingu-minggu dan mungkin berkembang menjadi krusta, vesikel, pustula atau ulkus.
  • Papul PLC ada sampai berbulan-bulan dan berkembang menjadi scale.
  • Semua bentuk mengandung interface, T-sel sitolitik menginfiltrasi dengan bermacam destruksi epidermal.
  • Pada PLEVA, sel CD8+ mendominasi.(Fitzpatrick, Habif)
  • Pada PLC, sel CD8+ atau CD4+ mendominasi. (Fitzpatrick, Bolognia)

Epidemiologi

Pitiriasis lichenoides mempengaruhi semua ras dan kelompok etnik dalam seluruh region gegrafik. Ini lebih umum pada anak-anak dan dewasa muda namun dapat mempengaruhi semua umur. Terdapat dominansi laki-laki 1,5:1 sampai 3:1. PLC merupakan 3 sampai 6 kali lebih umum daripada PLEVA. (Fitzpatrick)

Terdiri atas 2 varian :

  • Akut : Pityriasis Lichenoides et Varialiformis Acuta (PLEVA) = Mucha-Habermann Disease
  • Kronik : Pityriasis Lichenoides Chronic (Habif)

Etiologi Dan Patogenesis

Etiologi pitiriasis lichenoides tidak diketahui. Beberapa kasus berkaitan dengan agen infeksi seperti Toxoplasma gondii, virus Epstein-Barr, sitomegalovirus, parvovirus B19, dan virus HIV. Paling tidak 1 kasus berkaitan secara berulang dengan terapi estrogen-progesteron dan lainnya dengan obat kemoterapi.  Tidak jelas apakah agen ini secara aktif terlibat dalam patogenesis penyakit atau hanya secara kebetulan saja; bagaimanapun, beberapa kasus berkaitan dengan toksoplasmosis dengan cepat berespon dengan terapi spesifik. Baca Selengkapnya

Posted in Info Penyakit0 Comments

LAPORAN KASUS EPISODE DEPRESI BERAT TANPA GANGGUAN PSIKOTIK


LAPORAN KASUS NON PSIKOTIK


EPISODE DEPRESI BERAT TANPA GEJALA PSIKOTIK (F32.2)

  1. I. IDENTITAS PASIEN

Nama                                 : Ny.E

Jenis Kelamin                    : Perempuan

Umur                                 : 28 Tahun

Status perkawinan             : Menikah

Agama                               : Islam

Warga Negara                   : Indonesia

Pendidikan Terakhir          : SMA

Pekerjaan                           : Ibu Rumah Tangga

Alamat                              :Perumnas Antang Blok I no. 13

Datang ke poli jiwa           : 26 september 2011

 

LAPORAN PSIKIATRIK

Diperoleh dari aloanamnesis dari Ny. Anwar, 58 tahun, ibu rumah tangga, alamat Jl.Perumnas antang Blok I no. 13 Makassar, ibu kandung pasien.

 

  1. II. Riwayat penyakit
    1. A. Keluhan Utama

Sering melamun

  1. B. Riwayat gangguan sekarang

Keluhan dialami sejak 1 bulan yang lalu, pasien  sering melamun karena memikirkan anaknya,  ia tidak mempunyai pekerjaan dan tidak mendapatkan nafkah dari suaminya selama 2 tahun. Pasien berpisah dengan suami karena ada ketidakcocokan dengan keluarga suami terutama mertua dan tante dari suami. Sekarang suami pasien telah mengirimkan surat cerai. Karena tidak bisa bercerita pasien tiba-tiba menangis di mesjid saat selesai sholat tarwih, dia menganggap masalah yang dihadapinya sekarang adalah kesalahannya dan merasa mungkin karena pernah berdosa kepada orang tuanya. Sejak saat itu perasaan pasien sering tidak enak namun tidak tahu bagaimana membahasakannya. Terkadang pasien merasa takut saat pasien merasa penyakitnya akan datang. Terkadang pikirannya terasa kosong, tidak tau harus melakukan apa, pasien sulit berkonsentrasi. Pasien sulit memulai tidur, jika tertidur, pasien sering terbangun tengah malam dan tidak dapat tertidur lagi dan nafsu makan pasien menurun. Pasien menikah sejak tahun 1997 di palopo dan sejak itu pasien tinggal bersama mertua dan bertetangga dengan tante dari suami pasien. Pasien dijodohkan dengan suaminya yang merupakan keluarga jauhnya. Tante suaminya selalu ingin mencampuri semua urusan rumah tangga pasien. Sejak itu hubungan pasien dengan tante dan mertuanya kurang baik. Sedang suami juga diam saja, terlalu menurut kepada tantenya. Pasien pernah berobat di puskesmas. Baca Selengkapnya

Posted in Kasus Medis0 Comments

Hipospadia


hipospadia

  1. I.                   PENDAHULUAN

Kelainan kongenital pada penis menjadi masalah yang sangat penting karena penis selain berfungsi sebagai saluran pengeluaran urine juga sebagai alat seksual di kemudian hari yang akan berpengaruh pada fertilitas. Salah satu kelainan congenital pada penis yang paling banyak kedua setelah undescensus testiculorum (cryptochidisme) yaitu hipospadia.1

Hipospadia adalah kelainan congenital berupa muara urethtra yang terletak disebelah ventral penis dan sebelah ujung proksimal penis. Letak meatus urethtra bisa terletak pada glandular hingga perineal. Angka kejadian hipospadia adalah 3,2 dari 1000 kelahiran hidup. 2 Baca Selengkapnya

Posted in Referat Kedokteran0 Comments

Pengguna Alat Pacu Jantung Tak Boleh Kelelahan


Innalillahi wainna ilaihi rajiun, telah berpulang salah satu putra terbaik bangsa Bapak Taufik Kiemas sabtu 8 Juni 2013 di general hospital Singapura. Suami dari mantan presiden Ri ke 5 Megawati Soekarno Putri ini meninggal dikarenakan penyakit jantung, komplikasi dan gangguan ginjal yang dideritanya.

Beliau  telah dimakamkan Minggu 9 Juni 2013 di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan upacara militer. Sebelumnya Taufik Kiemas telah menjalani perawatan selama lima hari seusai mendampingi wakil presiden Boediono meresmikan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno dan Monumen Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur Sabtu, tanggal 1 Juni 2013 lalu.

Almarhum yang masih menjabat sebagai ketua MPR memang menderita gagal jantung. Diketahui beliau pernah menjalani operasi pemasangan alat pacu jantung tahun 2005 kemudian dikarenakan aktifitasnya yang padat menyebabkan beliau harus menjalani operasi lagi untuk pergantian baterai alat pacu jantung 2011 yang lalu.

Semangatnya membuatnya lupa bahwa terlalu capek dan kelelahan membuat kondisinya menjadi sangat rentan mengingat beliau sudah menggunakan alat pacu jantung. Seperti yang dikutip dari kompas online, menurut dr H Aulia Sani, SpJP (K), FCJJ, FIHA, ahli jantung dari  RSJ Harapan Kita ;

“Kalau sudah memasang alat pacu jantung memang sebaiknya tidak terlalu capek. Tidak ada ukuran bakunya, tetapi biasanya tubuh sudah memberikan sinyal,”

Pasien yang sudah memakai pacemaker, sebenarnya disarankan untuk menghindari aktivitas berat dan berlebihan. Sangat disarankan untuk pasien yang telah menggunakan alat pacu jantung untuk sering mengontrol dan memeriksakan diri minimal satu kali sebulan. Nantinya irama jantung pasien akan di periksa menggunakan electrocardiograph (EKG). Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Bebas0 Comments

EFEK PENGOBATAN GANGGUAN AFEKTIF DENGAN LITIUM


PENDAHULUAN


Pengobatan dengan litium dimulai pada tahun 1850 untuk mengobati penyakit gout.  Dalam perkembangan selanjutnya litium semakin banyak digunakan antara lain sebagai stimulan, sedatif, pengobatan diabetes, pengobatan penyakit infeksi, pengobatan keganasan pertumbuhan (1), epilepsi, sakit kepala hipertensi, angina, asma, penyakit ginjal dan melankolia (2).

Pada saat sekarang litium banyak digunakan dalam pengobatan gangguan afektif bipolar, penggunaan ini meluas melalui dunia Barat. Schou memperkirakan 1-2 dari 1000 orang dalam populasi di negara-negara Denmark, Swedia, Norwegia, Inggris, Kanada, dan Amerika, mendapat pengobatan litium (3).

Setiap penggunaan obat selalu menimbulkan efek samping, begitu pula halnya dengan litium. Adapun efek samping dari litium antara lain, payah ginjal, tremor, gejala gangguan pencernaan, dan hyperplasia kelenjar tiroid (1,4,5).

Tujuan dari makalah ini adalah membahas efek samping dalam penggunaan litium serta menijaunya dalam pengobatan gangguan efektif bipolar secara khusus, agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengobatan dengan litium.

GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR DENGAN PENGOBATAN LITIUM.

Penggunaan litium dalam pengobatan gangguan afektif bipolar diperkenalkan oleh John Cade (1949), yang kemudian menjadi dasar pengobatan litium selanjutnya, John Cade dalam percobaannya menggunaka marmut sebagai kelinci percobaan yang disuntikkan dengan berbagai zat kimia, diantara zat kimia tersebut adalah litium. Pada penyuntikkan dengan litium dia mendapatkan pengaruh litium pada marmut tersebut berupa keadaan yang menjadi tenang dan kehilangan respon terhadap rangsang, tapi tidak menjadi tidur.(1,2) Baca Selengkapnya

Posted in Artikel Kesehatan0 Comments

Direct Renin Inhibitor dan Vasodilator


Direct Renin Inhibitor
Bekerja dengan menghambat secara langsung rennin yang memicu hipertensi. Yang tergolong obat ini adalah aliskiren. Obat ini aman untuk penderita hipertensi dengan penyakit ginjal karena dikeluarkan lewat feses.

Vasodilator
Melancarkan peredaran darah denga melebarkan pembuluh darah. Biasa digunakan sebagai tambahan obat antihipertensi.

Posted in Terapi Hipertensi0 Comments

Page 1 of 3112345...102030...Last »