“DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI NUKLIR”

radiasiPada tanggal 11 Maret 2011, dunia dikagetkan dengan bencana tsunami yang terjadi di jepang. Tidak hanya memporak-porandakan Negara sakura ini tapi juga jepang dihadapakan oleh masalah baru yakni kebocoran retor nuklir.

Dalam dunia kesehatan nuklir bagaikan dua buah sisi mata uang, dapat beefek positif maupun negatif. Nuklir digunakan dalam dunia kesehatan sebagai alata untuk mendiagnosa penyakit sekaligus dapat pula memberikan terapi. Henry Bacquerel penemu radioaktivitas telah membuka cakrawala nuklir untuk kesehatan. Kalau Wilhelm Rontgen, menemukan sinar-x ketika gambar jari dan cincin istrinya ada pada film. Maka Marie Currie mendapatkan hadiah Nobel atas penemuannya Radium dan Polonium dan dengan itu pulalah sampai dengan 1960-an Radium telah digunakan untuk kesehatan. Masyarakat kedokteran menggunakan radioisotop Radium ini untuk pengobatan kanker, dan dikenal dengan Brakiterapi. Meskipun kemudian banyak ditemukan radiosiotop yang lebih menjanjikan untuk brakiterapi, sehingga Radium sudah tidak direkomendasikan lagi untuk digunakan. Radioisotop untuk diagnosa penyakit memanfaatkan instrumen yang disebut dengan Pesawat Gamma Kamera atau SPECT (Single Photon Emission Computed Thomography). Sedangkan aplikasi untuk terapi sumber radioisotop terbuka ini seringkali para pakar menyebutnya sebagai Endoradioterapi.

Namun disamping itu nuklir juga dapat memberikan efek negatif terhadap perkembangan kesehatan manusia. Secara alami, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melindungi diri dari kerusakan sel akibat radiasi maupun pejanan zat kimia berbahaya lainnya. Tetapi radiasi yang terlalu tingggi dapat mengalahkan mekanisme perlindungan ini.

Dr Manny Alvarez mengatakan ada 3 faktor yang mempengaruhi dampak radiasi nuklir. Ketiganya meliputi total radiasi yang dipejankan, seberapa dekat dengan sumber radiasi dan yang terakhir adalah seberapa lama korban terpejan oleh radiasi.

Ketiga faktor tersebut sangat berperan penting terhadapa dampak yang akan diterima oleh orang-orang yang terpajan reaktor nuklir. Radiasi yang terlalu tinggi dapat menimbulkan gejala akut yang dapat dirasakan oleh pasien, namun walaupun tidak terdapat gejala bukan berarti tidak menimbulkan bahaya karena radiasi dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang lebih berbahaya.

Gejala akut yang dapat ditimbulkan oleh radiasi yang tinggi adalah sebagai berikut:

  1. Mual muntah
  2. Diare
  3. Sakit kepala
  4. Demam.
  5. Pusing, mata berkunang-kunang
  6. Disorientasi atau bingung menentukan arah
  7. Lemah, letih dan tampak lesu
  8. Kerontokan rambut dan kebotakan
  9. Muntah darah atau berak darah
  10. Tekanan darah rendah
  11. Luka susah sembuh.

Dampak reactor nuklir jangka panjang biasanya diakibatkan oleh tingkat radiasi yang rendah namun tingkat pajanan yang meningkat. Adapun dampak jangka panjang dari radiasi nuklir adalah:

1.      Kanker

2.      Penuaan dini

3.      Gangguan sistem saraf dan reproduksi

4.      Mutasi genetik

Kategori Artikel Kesehatan :: Kata Kunci: , , , , , , ,Dampak nuklir, contoh feedback, Dampak leukositosis, Dampak negatif dari radioaktif, dampak negatif radiokimia, dampak positif dari radio, dampak positif imunisasi, Dampak positif reaktor nuklir4 Komentar

4 Responses to ““DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI NUKLIR””

  1. nabilah says:

    saya pernah lihat di film korea, kalo badan seorang anak luka yang banyak dan tidak bisa sembuh dan juga terasa gatal. apa itu benar dampak dari sisi negatif nuklir?

  2. handzani says:

    Ingin tau produk2 Jepang yang tercemar radiasi nuklir dari PLTN taun lalu produk apa saja ya?

  3. putry says:

    sesuatu yang haldi anggap besar dan kuat…pasti memiliki celah kehancuran…

Trackbacks/Pingbacks


Leave a Reply

Baca Juga Artikel Menarik Ini close