Klobazam Penggunaan dan Efek samping

Klobasam seperti obat benzodiazepin lainnya dapat menyebabkan ketergantungan fisik, kecanduan dan apa yang dikenal sebagai sindrom ketergantungan benzodiazepine.

Komposisi:
Tiap tablet mengandung:
Klobazam 10 mg

Farmakologi:
Klobazam termasuk golongan benzodiazepin yang bekerja berdasarkan potensiasi inhibisi neuron dengan asam gama-aminobutirat (GABA) sebagai mediator.
Klobazam memiliki efek antikonvulsi, ansiolitik, sedatif, relaksasi otot, dan amnestik.

Indikasi:
Mengatasi keadaan ansietas dan psikoneurotik yang disertai ansietas.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang mengalami depresi sistem saraf pusat (koma).
  • Penderita psikotik dan gangguan depresi mental.
  • Penderita gangguan pernapasan.
  • Reaksi hipersensitif terhadap klobazam.
  • Trimester pertama kehamilan.
  • Myastehenia gravis.

Dosis:
Dewasa: 20 mg sehari dalam dosis terbagi.
Jika perlu dapat dinaikkan sampai 30 mg/hari.
Untuk kasus berat dosis dapat diberikan samapai 6 tablet sehari.
Orang lanjut usia: 10 – 15 mg sehari dalam dosis terbagi.

Efek samping:

  • Mulut dan tenggorokan kering, disuria, retensi urin, disartria, ataksia, vertigo, pusing, depresi mental, gangguan saluran cerna, takikardia, palpitasi.
  • Kegagalan pernapasan dan hipotensi tidak/jarang terjadi pada dosis terapi, tetapi dapat terjadi pada dosis tinggi.
  • Pemberian overdosis dapat menyebabkan depresi sistem saraf pusat dan koma.
  • Gangguan pernapasan, keletihan, konstipasi, hilang nafsu makan, mual, mengantuk, bingung.
  • Reaksi kulit seperti erupsi, urtikaria.
  • Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat menyebabkan abnormalitas yang reversibel seperti gangguan bicara, gangguan fungsi motorik, gangguan penglihatan (penglihatan ganda, nistagmus), peningkatan berat badan.
  • Berkurangnya libido.

Peringatan dan perhatian:

  • Hati-hati pemberian obat ini pada orang lanjut usia atau pasien yang lemah, gagal fungsi ginjal, hati, dan pasien yang sedang menjalani terapi dengan obat sistem depresan.
  • Selama minum obat ini dilarang menjalankan mesin atau kendaraan.
  • Hindari pemakaian dosis tinggi dan jangka lama, karena dapat menyebabkan toleransi dan ketergantungan fisik.
  • Kelemahan otot (myasthenia gravis), spinal atau serebral ataksia dan pada kasus keracunan akut alkohol, zat-zat hipnotik, analgesik, neuroleptik, antidepressan, lithium, pasien dengan kerusakan hati serius (misal cholestatic jaundice) dan pasien dengan sleep apnoea syndrome.
  • Klobazam diekskresi melalui air susu ibu. Hentikan pemberian ASI selama pengobatan dengan klobazam.

Interaksi obat:

  • Jika klobazam dikombinasi dengan depresan sistem saraf pusat (termasuk antikonvulsan dan alkohol) akan menambah terjadinya depresi sistem saraf pusat.
  • Simetidin dapat mengurangi klirens plasma klobazam, meningkatkan waktu paruh dan konsentrasi klobazam.

Kemasan dan Nomor Registrasi:
Kotak, 10 strip @ 10 tablet,  GPL9805024310A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN DI TEMPAT KERING, PADA SUHU DI BAWAH 30oC,
TERLINDUNG DARI CAHAYA

Sumber : dexa-medica (com)

Kategori Farmakologi :: Kata Kunci: , , , , , ,efek samping obat dumolid, fungsi dan efek obat dumolid, apa klobazam itu ?, efek samping antikonvlsi, efek samping histeroskopi, Efek obat dumolit, artikel antikonvulsi, fungsi frisium clobazam, fungsi obat dumolid, kandungan obat domemolid, laporan praktikum antikonvulsi0 Komentar

Leave a Reply