Etiologi dan Patofisiologi CLP

CLP adalah kelainan bentuk fisik pada wajah akibat pembentukan abnormal pada wajah

fetus selama kehamilan. Pembentukan wajah tersebut berlangsung dalam 6 hingga 8 minggu

pertama kehamilan. CLP dapat timbul tersendiri atau muncul sebagai salah satu bagian dari

syndrome. Dari seluruh kasus CLP, 70% diantaranya adalah kasus CLP tersendiri (isolated cleft

lip and palate), dan bukan salah satu bagian dari syndrome tertentu. Beberapa syndrome yang

terkait dengan CLP adalah 22q11.2 deletion syndrome, atau syndrome (trisomi 13) dan Van der

Woude syndrome.

Kelainan kongenital muncul dari gabungan antara faktor multigenetik dan faktor

lingkungan. Isolated cleft disebabkan oleh multigen dan atau pengaruh faktor lingkungan.

Walaupun gen memiliki peran penting, dalam embryogenesis wajah, faktor lingkungan berperan

sama penting. Ada tiga kategori faktor lingkungan yang berpengaruh dalam pembentukan janin,

yaitu teratogen, infeksi, dan nutrien serta metabolisme kolesterol. Ibu hamil yang merokok

menjadi faktor penting penyebab CLP. Teratogen lainnya yang meningkatkan risiko CLP

diantaranya adalah obat-obatan, seperti anticonvulsant phenytoin dan benzodiazepines, atau

pestisida, seperti dioxin.

Morfogenesis fasial dimulai dengan migrasi sel-sel neural crest ke dalam  regio fasial,

remodeling matriks ekstraseluler, proliferasi dan differensiasi sel-sel neural, crest untuk

membentuk jaringan otot dan pengikat, penggabungan antar komponen, dan pada bibir atas

terjadi merger procesus maksilaris & nasalis medialis pada minggu VI kehamilan. Pembentukan palatum primer dari procesus nasalis medialis, dan pembentukan palatum sekunder dari procesus

palatal sinistra & dekstra pada 8-12 minggu kehamilan.

Patofisiologi molekuler secara garis besar terjadi melalui tahap-tahap tertentu, yaitu

(a) defek pembentukan sel-sel neural crest

- klas transkripsi faktor homeoboks (AP2, Barx2, goosecoid, Msx1&2, Otx2,Pax7&9 dan

Prx1&2).

- perlu untuk ekspresi gen Dlx sepanjang neural tube, ectoderm dan mesenchyme dari neural

crest.

(b) Defek proliferasi sel-sel neural crest

- ektoderm berfungsi untuk mempertahankan proliferasi mesenchyme dari neural crest.

- protein Sonic hedgehog (SHH) memegang peran

(c) Defek diferensiasi sel-sel neural crest

- Famili TGFβ terlibat (1) dalam proliferasi, diferensiasi dan migrasi sel, (2) regulasi deposisi

matriks ekstraseluler dan (3) transformasi epitelial-mesensimal.

- analisis genetik: fusi palatal perlu TGFβ.

(d) Defek matriks ekstraseluler

- perkembangan organ fasial melibatkan EGFR signaling: regulasi sekresi matriks

metalloproteinase

- TGFα merupakan ligan EGFR. (Young et.al., 2000).

Gen-gen yang telah diketahui menjadi penyebab terjadinya isolated CLP diantaranya adalah

IRF6 (sebagai gen yang juga berpengaruh dalam Van der Woude syndrome), P63, PVRL1,

TGFA, TBX22, MSX1, FGFR1 dan SATB. Namun mutasi pada IRF6, MSX1, dan FGFR1 umumnya terkait dengan kelainan gigi dan CLP yang terjadi lebih dari satu kali di dalam suatu

silsilah keluarga, dalam hal ini ada kemungkinan diturunkan. (Murray and Schutte, 2004). Gen-

gen yang telah ditemukan mempunyai interaksi dengan paparan asap rokok dan menyebabkan

timbulnya CLP adalah TGFA, MSX1, TGFB3, RARA, P450, GST, dan EPHX. (Murray, 2002).

BAca selanjutnya : Klasifikasi dan Penatalaksanaan CLP

Kategori Artikel Kedokteran :: Kata Kunci: , , , ,patofisiologi chest pain, patofisiologi iud, patofisiologi peradangan, contoh faktor keturunan, patofisiologi SLE, pengertian sinistra, patofisiologi infeksi iud, etiologi termoregulasi, Pathway keracunan, patofisiologi muntaber, patofisiologi makrosomia pdf, patofisiologi penyakit nefritis, patofisiologi meningioma, patofisiologi sipilis, patofisiologi lipoma, patofisiology menopause, woc fraktur, Sinistra dalam politik adalah, sel retikuloendoteal itu apa?, referat konstipasi0 Komentar

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Menarik Ini close