Klasifikasi dan Penatalaksanaan CLP

KLASIFIKASI

Menurut macamnya celah langit-langit dibagi dua:

一.  Congenital cleft palate, yaitu celah langit-langit bawaan.

Acquired cleft palate, yaitu celah langit-langit yang didapat misalnya karena trauma,

penyakit atau kanker.

一.  Menurut derajatnya celah langit-langit dibagi dua:

一.  Complete cleft palate, yaitu celah langit-langit lengkap dimana kelainan yang terdapat

pada langit-langit juga linggir alveolar dan bibir terkena baik unilateral maupun bilateral.

一.  Incomplete cleft palate, yaitu celah langit-langit tidak lengkap. Kelainan bentuk hanya

terjadi pada palatum durum maupun palatum mole.

PENATALAKSANAAN

 

Idealnay, anak denga labioschisis ditatalaksana oleh “team labiopalatoschisis”

yang terdiri dari spesialistik bedah, maksilofasial, terapis bicara dan

bahasa, dokter gigi, ortodonsi, psikoloog, dan perawat spesialis. Perawatan dan

dukungan pada bayi dan keluarganya diberikan sejak bayi tersebut lahir sampai

berhenti tumbuh pada usia kira-kira 18 tahun. Tindakan pembedahan dapat

dilakukan pada saat usia anak 3 bulan.12 Ada tiga tahap penatalaksanaan

labioschisis yaitu :13

1. Tahap sebelum operasi

Pada tahap sebelum operasi yang dipersiapkan adalah ketahanan tubuh

bayi menerima tindakan operasi, asupan gizi yang cukup dilihat dari

keseimbangan berat badan yang dicapai dan usia yang memadai. Patokan yang

biasa dipakai adalah rule of ten meliputi berat badan lebih dari 10 pounds atau

sekitar 4-5 kg , Hb lebih dari 10 gr % dan usia lebih dari 10 minggu , jika bayi

belum mencapai rule of ten ada beberapa nasehat yang harus diberikan pada

orang tua agar kelainan dan komplikasi yang terjadi tidak bertambah parah.

Misalnya memberi minum harus dengan dot khusus dimana ketika dot dibalik

susu dapat memancar keluar sendiri dengan jumlah yang optimal artinya tidak

terlalu besar sehingga membuat bayi tersedak atau terlalu kecil sehingga

membuat asupan gizi menjadi tidak cukup, jika dot dengan besar lubang

khusus ini tidak tersedia bayi cukup diberi minum dengan bantuan sendok

secara perlahan dalam posisi setengah duduk atau tegak untuk menghindari masuknya susu melewati langit-langit yang terbelah.

Selain itu celah pada bibir harus direkatkan dengan menggunakan plester

khusus non alergenik untuk menjaga agar celah pada bibir menjadi tidak

terlalu jauh akibat proses tumbuh kembang yang menyebabkan menonjolnya

7

gusi kearah depan (protrusio pre maxilla) akibat dorongan lidah pada

prolabium , karena jika hal ini terjadi tindakan koreksi pada saat operasi akan

menjadi sulit dan secara kosmetika hasil akhir yang didapat tidak sempurna.

Plester non alergenik tadi harus tetap direkatkan sampai waktu operasi tiba.13

2. Tahap sewaktu operasi

Tahapan selanjutnya adalah tahapan operasi, pada saat ini yang

diperhatikan adalah soal kesiapan tubuh si bayi menerima perlakuan operasi,

hal ini hanya bisa diputuskan oleh seorang ahli bedah Usia optimal untuk

operasi bibir sumbing (labioplasty) adalah usia 3 bulan Usia ini dipilih

mengingat pengucapan bahasa bibir dimulai pada usia 5-6 bulan sehingga jika

koreksi pada bibir lebih dari usia tersebut maka pengucapan huruf bibir sudah

terlanjur salah sehingga kalau dilakukan operasi pengucapan huruf bibir tetap

menjadi kurang sempurna.

Gambar 3. Reparasi labioschisis (labioplasti). (A and B) pemotongan sudut celah

pada bibir dan hidung. (C) bagian bawah nostril disatukan dengan sutura. (D)

bagian atas bibir disatukan, dan (E) jahitan memanjang sampai kebawah untuk

menutup celah secara keseluruhan.8

8

Operasi untuk langit-langit (palatoplasty) optimal pada usia 18 – 20 bulan

mengingat anak aktif bicara usia 2 tahun dan sebelum anak masuk sekolah.

Operasi yang dilakukan sesudah usia 2 tahun harus diikuti dengan tindakan

speech teraphy karena jika tidak, setelah operasi suara sengau pada saat bicara

tetap terjadi karena anak sudah terbiasa melafalkan suara yang salah, sudah

ada mekanisme kompensasi memposisikan lidah pada posisi yang salah. Bila

gusi juga terbelah (gnatoschizis) kelainannya menjadi labiognatopalatoschizis,

koreksi untuk gusi dilakukan pada saat usia 8–9 tahun bekerja sama dengan

dokter gigi ahli ortodonsi.13

3. Tahap setelah operasi.

Tahap selanjutnya adalah tahap setelah operasi, penatalaksanaanya

tergantung dari tiap-tiap jenis operasi yang dilakukan, biasanya dokter bedah

yang menangani akan memberikan instruksi pada orang tua pasien misalnya

setelah operasi bibir sumbing luka bekas operasi dibiarkan terbuka dan tetap

menggunakan sendok atau dot khusus untuk memberikan minum bayi.

Banyaknya penderita bibir sumbing yang datang ketika usia sudah melebihi

batas usia optimal untuk operasi membuat operasi hanya untuk keperluan

kosmetika saja sedangkan secara fisiologis tidak tercapai, fungsi bicara tetap

terganggu seperti sengau dan lafalisasi beberapa huruf tetap tidak sempurna,

tindakan speech teraphy pun tidak banyak bermanfaat.13

Kategori Artikel Kesehatan :: Kata Kunci: , ,KLASIFIKASI asites, klasifikasi alopecia, klasifikasi hipokalemia, jurnal klasifikasi umur, jurnal tentang klasifikasi umur, klasifikasi alopexia0 Komentar

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Menarik Ini close