Masa nifas

nifas
Masa puerperium atau masa nifas adalah masa yang dimulai setelah partus selesai, dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. Akan tetapi, seluruh alat genital baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan.
Masa nifas dibagi dalam 3 periode, yaitu 5:
  • Immediate pueperium ; 24 jam pertama setelah partus, dimana komplikasi yang akut mungkin terjadi
  • Early puerperium ; seminggu postpartum
  • Remote puerperium ; waktu yang dibutuhkan untuk involusi alat-alat genital, kembalinya haid, biasanya 6 minggu pada ibu yang tidak menyusui, dan kembalinya seluruh fungsi fisiologis.

Perubahan dalam masa nifas :

  • Dalam masa nifas, alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil.
  • Perubahan alat-alat genitalia ini secara keseluruhan disebut involusi.
  • Disamping involusi ini, terjadi juga perubahan-perubahan penting lain, yakni hemokonsentrasi dan timbulnya laktasi
  • Masa nifas normal jika pengeluaran lokia, involusi alat-alat genitalia, produksi ASI, dan perubahan sistem tubuh, termasuk keadaan psikologis normal.
            Lokia adalah secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas. Secara mikroskopis, lokia terdiri dari eritrosit, sisa sel decidua, epitel dan bakteri. Lokhia memiliki bau yang khas. Mengikuti proses persalinan, sebagian besar sel-sel decidua yang terdapat pada tempat menempelnya plasenta, akan terlepas bersama-sama dengan lepasnya plasenta, sedang endometrium yang tersisa memiliki variasi ketebalan antara 2-5 mm, bagian permukaannya yang terdiri dari sel-sel decidua yang telah mengalami degenerasi, sel-sel darah merah, dan sisa selaput janin, akan mengalami nekrosis dan akhirnya keluar sebagai lokia.
Macam-macam lokia
  • Lokia rubra atau kruenta terdiri atas darah segar bercampur dengan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, sisa verniks kaseosa, lanugo dan mekonium. Biasanya terjadi pada dari pertama dan kedua dari masa nifas.
  • Lokia sanguinolenta  berupa darah bercampur lendir, dan muncul pada hari berikutnya.
  • Lokia serosa muncul pada hari ke 5-9, berwarna kekuningan karena sedikit mengandung darah. Lokia serosa lebih banyak mengandung lekosit, eksudat, dan mikroorganisme (srteptokokus dan stapilokokus).
  • Lokia alba muncul pada hari ke 10-15, berupa cairan putih yang terdiri dari sel-sel decidua, leukosit, mukus, kristal cholestrin, lemak dan mikroorganisme serta sel epitel granuler.
              Total  jumlah lokia selama masa nifas berkisar antara 250 ml. Dan normalnya pengeluaran lokia tak lebih dari 3 minggu.Lokia rubra dapat keluar lebih lama terutama pada pasien yang pertama kali bangun dari tempat tidur setelah berbaring pada masa persalinan. Pengeluaran lokia bisa sangat sedikit pada pasien dengan persalinan prematur, tetapi sebaliknya pada pasien dengan persalinan gemeli atau hidramnion, pengeluaran lokia dapat berlebihan3.
KARAKTERISTIK LOKIA
Bau  : yang sering dikaitkan dengan kemungkinan adanya infeksi
Jumlah  : apakah berlebihan atau sangat minimal
Warna  : jika lokia warna merah keluar dalam waktu cukup lama, maka ada kecurigaan kearah buruknya kontraksi uterus
Waktu  : keluarnya lokia alba sampai lebih dari 3 minggu patut dicurigai adanya lesi lokal pada alat kelamin.
Biasanya lokia akan berbau agak amis kecuali bila terdapat infeksi maka lokia dapat berbau busuk, misalnya pada keadaan lokiostasis yaitu suatu keadaan dimana lokia tidak lancar keluar dan disertai infeksi1.
UTERUS
Otot-otot uterus berkontraksi segera postpartum.Pembuluh-pembuluh darah yang berada di antara anyaman otot-otot uterus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan perdarahan setelah plasenta dilahirkan  Setelah janin dilahirkan, fundus uteri kira-kira setinggi pusat, segera setelah plasenta lahir, tinggi fundus uteri kurang lebih 1-2 cm di bawah pusat, dan mengeras karena kontraksi dan retraksi otot-ototnya. Dinding uterus sendiri kurang lebih setebal 5 cm, sedangkan pada bekas implantasi plasenta lebih tipis daripada bagian-bagian lain.
Sesudah 2 minggu diameternya menjadi 3,5 cm dan pada minggu ke-6 telah mencapai 2,4 mm, dan akhirnya pulih.
Perubahan-perubahan yang terdapat pada endometrium ialah timbulnya trombosis, degenerasi dan nekrosis. Pada hari-1, endometrium yang  setebal ± 2,5 mm, mempunyai permukaan yang kasar akibat pelepasan desidua dan selaput janin.
Setelah 3 hari, permukaan endometrium mulai rata akibat lepasnya sel-sel dari bagian yang mengalami degenerasi.
Sebagian besar endometrium terlepas. Regenerasi endometrium terjadi dari sisa-sisa sel desidua basalis, yang memakan waktu 2 sampai 3 minggu. Jaringan-jaringan di tempat implantasi plasenta mengalami proses yang sama, ialah degenerasi dan kemudian terlepas.
nPelepasan jaringan berdegenerasi ini berlangsung lengkap. Dengan demikian tak ada pembentukan jaringan parut pada bekas tempat implantasi plasenta. 1
SERVIKS
Involusi serviks dan segmen bawah uterus pasca persalinan berbeda dan tidak kembali seperti keadaan sebelum hamil.
Hal ini yang membedakan serviks wanita yang telah melahirkan.
nBentuk serviks postpartum agak menganga seperti corong, disebabkan oleh korpus uteri yang dapat kontraksi, sedangkan serviks tidak, sehingga seolah-olah pada perbatasan antara korpus dan serviks uteri terbentuk semacam cincin.
Beberapa hari setelah persalinan, ostium eksternum dapat dilalui oleh 2 jari, pinggirnya tidak rata tetapi retak-retak karena robekan dalam persalinan.
Pada akhir minggu pertama hanya dapat dilalui oleh 1 jari.
VAGINA
Vagina yang sangat diregang pada saat persalian pervaginam, lambat laun mencapai ukuran yang normal, namun ukurannya tidak persis sama seperti sebelum persalinan.
Pada minggu ke-3 post partum, vagina mengecil dan timbul kembali rugae.
Terjadi penipisan lapisan-lapisan sel yang sangat cepat pada dinding vagina, menjadi 6-7 lapis sel pada akhir minggu ke-2, tanpa adanya aktivitas sel atau penimbunan zat glikogen, mirip pada wanita post manepause. Proliferatif sel kembali setelah minggu ke 4-6, dimana tergantung pada aktifitas ovarium.
PERINEUM
Pada proses persalinan, perineum sangat teregang dan mengalami trauma, yang kadang-kadang di sebabkan oleh tindakan pengguntingan perineum untuk memudahkan persalinan. Luka-luka jalan lahir, seperti bekas episiotomi yang telah dijahit, dan bila tidak seberapa luas, akan sembuh perprimam, kecuali bila terdapat infeksi. Pemulihan otot-otot pada perineum ini kebanyakan memakan waktu sekitar 6 minggu.
DINDING PERUT
Setelah persalinan, dinding perut longgar karena diregang begitu lama, tetapi biasanya pulih kembali dalam 6 minggu, sangat tergantung dari latihan pada otot-otot perut.
Tetapi stria gravidarum tak dapat menghilang. Kadang-kadang pada wanita yang asthenis terjadi diatasis dari otot-otot rektus abdominis sehingga sebagian dari dinding perut di garis tengah hanya terdiri dari peritoneum, fascia tipis, dan kulit. Tempat yang lemah ini menonjol kalau berdiri atau mengejan.
MENSTRUASI DAN OVULASI
Mulainya siklus menstruasi pertama setelah masa nifas sangat bervariasi pada setiap individu dan sangat tergantung pada proses laktasi.
Jika pasien tidak menyusui, sekitar 40% akan mendapat haid setelah 6 minggu dan 60%-80% akan haid setelah 12 minggu.
Jika pasien menyusui bayinya, 70% akan haid saat bayinya tidak menyusu lagi. Tetapi sekitar 30%, akan haid walaupun masih menyusui.Pada ibu yang tak menyusui, ovulasi dapat timbul sekitar 4 minggu, sedang pada yang menyusui, ovulasi dapat terjadi pada minggu ke-10. Mekanisme amenorea dan anovulasi pada ibu menyusui dapat kita lihat pada skema berikut.Pada 1/3 kasus, ovulasi dapat terjadi pada haid yang pertama, dan dapat pula terjadi pasien hamil lagi tanpa pernah didahului haid.
PERAWATAN PASCA PERSALINAN
  • Perawatan pasca persalinan sebenarnya dimulai sejak kal uri dengan menghindarkan adanya kemungkinan perdarahan postpartum dan infeksi1. Prinsip utama perawatan ini adalah:
  • Memberikan perhatian penuh untuk mengembalikan status kesehatan ibu.
  • Mencegah terjadinya infeksi.
  • Persiapan laktasi.
  • Memotivasi ibu untuk menjadi akseptor kontrasepsi.
             Pada umumnya, perawatan pasca persalinan meliputi hal-hal sebagai berikut:
Perhatian segera; segera setelah partus, diobservasi ketat tanda vitalnya. Dimana saat ini masih termasuk kala IV persalinan. Selain tanda vital, perhatian juga pada masukan cairan atau makanan bila ibu merasa haus atau lapar.
          Vulva dan luka episiotomi; tak lama setelah melahirkan, vulva dan bokong ibu dicuci bersih dengan air dan sabun, hingga ke anus, kemudian harus menggunakan pembalut yang bersih.  Pasien sendiri harus memperhatikan kebersihan daerah vulva dan perineumnya pada setelah mobilisasi umum. Luka pada perineum harus selalu bersih dan kering, terutama setelah miksi atau defekasi. Istirahat dan mobilisasi; setelah persalinan yang melelahkan, ibu membutuhkan istirahat yang cukup. Beberapa literatur menyebutkan, sebaiknya pasien beristirahat 8-12 jam, yaitu tidur terlentang. Kemudian dapat berbaring miring ke kanan dan ke kiri untuk mencegah terjadinya trombosis dan tromboemboli, sekaligus untuk menyusui bayinya. Setelah itu pasien dapat bangun dari tempat tidur untuk ke toilet. Semakin cepat untuk mobilisasi akan lebih menguntungkan. Yaitu, mengurangi kemungkinan terjadinya retensi urin atau alvi, mempercepat pengeluaran lokia sehingga involusi uterus semakin baik, dan mencegah kejadian trombosis dan embolus.
             Miksi atau berkemih; secepatnya harus dapat dilakukan sendiri. Bila terjadi retensi urin maka harus dikateterisasi dan latih kandung kemih, dengan memperhatikan jangan sampai terjadi infeksi. Dengan demikian, jika ada kerusakan pada otot-otot kandung kemih segera pulih kembali.
           Defekasi; harus ada dalam 3 hari postpartum. Mobilisasi yang segera dan makanan yang cukup mengandung air dan tinggi serat akan mencegah konstipasi. Bila hal ini terjadi, perlu diberikan laksans peroral.
 

Kategori Karya Tulis Ilmiah :: Kata Kunci: , , , , , , , , ,masalah pada masa nifas, contoh soal esai tentang perubahan psikologis masa nifas, kasus pada masa nifas, makalah penyulit dan komplikasi pada masa nifas, masalah-masalah yang terjadi pada masa nifas dan penanganannya, pdf jurnal gangguan psikologis masa nifas, pdf jurnal pada nifas, penyembuhan patofisiologi pada masa nifas, urine berbau telur kenapa0 Komentar

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Menarik Ini close