Diare akut pada anak dan bayi

diare anak

Diare adalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari biasanya  (>3 kali/hari) disertai perubahan konsistensi  tinja (menjadi cair) dengan atau tanpa darah atau lendir.

Diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat.

Diare kronik adalah diare yang berlanjut selama 2 minggu atau lebih.

Diare kronik sering juga dibagi-bagi menjadi :

  • Diare persisten : Diare yang disebabkan oleh infeksi
  • Protracted diare : diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu dengan tinja cair dan frekuensi empat kali atau lebih per hari
  • Diare intraktabel : diare yang timbul berulang kali dalam waktu yang singkat  misalnya 91-3 bulan)
  • Prolonged diare : diare yang berlangsung lebih dari 7 hari
  • Chronic non specific diarrhea: diare yang berlangsung lebih dari 3 minggu tetapi tidak disertai gangguan pertumbuhan dan tidak ada tanda infeksi.

 

Diare akut maupun kronik  akan terjadi

  1. Kehilangan air (dehidrasi) hal ini terjadi karena kehilangan air lebih banyak daripada pemasukkan air sehingga dapat menyebabkan kematian pada diare
  2. Gangguan keseimbangan asam-basa. Asidosis metabolic terjadi karena kehilangan Na-bikarbonat bersama tinja.adanya ketosis kelaparan dimana metabolisme lemak tidak sempurna sehingga benda keton tertimbun dalam tubuh.terjadi penimbunan asam laktatkarena adanya anoreksia jaringan
  3. Pernapasan kuszmaull adalah usaha tubuh untuk mempertahankan pH darah
  4. Hipoglikemia. Pada anak yang gizi cukup/baik hipoglikemia jarang terjadi, sering tejadi pada anak yang mengalami kekurangan kalori protein (KKP).

Gejala : lemah, apatis, peka rangsang, tremor, berkeringat, pucat, syok, kejang sampai koma.

  1. Gangguan gizi. Sewaktu anak menderita diare , sering terjadi gangguan gizi dengan akibat terjadinya penurunan berat badan dalam waktu yang singkat.
  2. Gangguan sirkulasi. Sebagai akibat diare dengan/disertai muntah, dapat terjadi gangguan sirkulasi darah berupa renjatan (syok) hipovolemik. Akibatnya perfusi jaringan berkurang dan terjadi hipoksia, asidosis bertambah berat, dapat mengakibatkan perdarahan dalam otak, kesadaran menurun, sampai kematian.

 

 

Pengobatan

Pengobatan dengan cairan untuk menggantikan kehilangan cairan selama terjadi diare

Pengobatan diitetik dengan cara tetap diberikan ASI pada bayi dengan ASI bersama-sama dengan oralit secara selang seling. Pada bayi >4 bulan yang telah mendapatkan makanan tambahan, pemberian makanan diberikan sedikt-sedikit. Begitu pula dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula, diselang seling dengan oralit. Pada bayi > 4 bulan, makanan tambahan untuk sementara dihentikan . diberikan sedikit demi sedikit mulai hari ke 3

Pada anak yang berumur lebih dari 1 tahun. anak dengan gizi jelek <7 kg, disamakan dengan bayi. pada anak dengan gizi baik hari pertama diberikan oralit + bubur tanpa sayur + pisang, hari kedua bubur dengan sayur, hari ketiga makanan biasa.

Pengobatan kausal  diare diberikan setelah diketahui penyebab yang pasti. Jika kausa diare ini penyakit parenteral diberikan antibiotika sistemik. Jika tidak didapatkan kausa parenteral, pemberian antibiotic baru boleh diberikan kalau pada pemeriksaan laboratorium ditemukan bakteri patogen

 

 

Kategori Artikel Kedokteran :: Kata Kunci: , , , , , , ,role play penyakit diare pada anak0 Komentar

Leave a Reply