Pengaturan Asupan Gizi Pada Pasien Hipertensi & Penyakit Jantung Hipertensif

pengaturan gizi pasien hipertensiHipertensi Esensial, merupakan diagnosis yang dibuat dengan cara menyingkirkan setiap penyebab sekunder.
Hipertensi esensial meliputi spektrum luas mulai Hipertensi Labil atau Borderline sampai Hipertensi Maligna atau Accelerated. Ia juga termasuk berbagai sub kelompok yang dapat dikategorisasikan dengan aktivitas renin plasma dan terapinya yang bervariasi.
Hipertensi Renovaskuler, merupakan Hipertensi yang disertai atau yang disebabkan oleh kerusakan ginjal atau gangguan fungsi ginjal.

Hipertensi merupakan faktor risiko major terjadinya PJK. Hipertensi juga menyebabkan risiko tinggi kerusakan “target organ misalnya kegagalan jantung kongestif, kegagalan ginjal dan Stroke, kecuali bila tekanan darah diturunkan dengan terapi yang sesuai. Disebut Hipertensi bila tekanan darah sistolik melebihi 160 mm dan Diastolik 95 mm hg. Tekanan darah yang berfluktuasi dibawah dan diatas 140/90 mm Hg menandakan keadaan Hipertensi Labil atau borderline.

Terdapat berbagai perubahan Patofisiologik yang menyertai Hipertensi Esensial Benigna. Perubahan patologik khusus terlihat pada arteri jika terjadi hipertensi, yaitu :
-Peningkatan Kolagen pada dinding pembuluh darah arteri.
-Peningkatan serat elastik dan mukopolisakarida pada dinding pembuluh darah arteri.
-Peningkatan Natrium dan Calsium dalam dinding arteri
-Proliferasi sel-sel otot polos dinding arteri.

Semuanya ini akan menyebabkan penebalan arteri dan menyempitkan lumen arteri.
Kelainan endokrin dan metabolik dihubungkan dengan Hipertensi Esensial Beligna. Yang paling terkenal yaitu yang berhubungan dengan sistem renin-angiotensin-aldosteron .
1.Renin,
merupakan enzim proteolitik yang mengubah prekursor glikoprotein menjadi angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II.
2.Kadar renin ini pada Hipertensi Esensial Beligna :
-meningkat (16%)
-normal (57%)
-menurun (27%)
3.Kadar Aldosteron Plasma pada umumnya paralel dengan renin.
Renin diukur sebagai aktivitas renin Plasma (ARP).
4.Pada Hipertensi Sekunder akibat kelainan Renovaskuler, ARP ini sering kali meningkat .
5.Pada Hipertensi Esensial Beligna, katekolamin plasmaNsering kali meningkat.
6.Aktivitas berlebihan sistem saraf simpatis terdapat juga pada hipertensi esensial beligna.
Natrium :
memerankan peranan sangat penting sebagai penyebab hiperetnsi esensial klinik, meskipun demikian pembatasan garam saja, mungkin tak adekuat untuk mengendalikan tekanan darah.:
1.Pada penderita dengan hipertensi esensial tetap, kandungan Na pada dinding arteri sangat meningkat. Sebagian dari Na ini mudah dipertukarkan, bagian lainnya lagi terikat pada matriks polisakarida.

2.Kebutuhan garam sehari kurang dari 1 g, bila suplai garam ( NaCl dan garam Na lainnya ) melebihinya, maka akan dikeluarkan oleh tubuh untuk mencegah penimbunannya seperti yang terjadi pada penyakit hipertensi esensial.

3.Orang Hipertensif nampaknya berbeda dalam hal menangani kelebihan Na ini bila dibandingkan orang normotensif. Jika hipertensi meningkat ke stadium berat atau maligna, penanganan kelebihan Na ini menjadi sukar karena adanya peningkatan sekresi aldosteron yang menetap.

4.Pada perjalanan penyakit hipertensi esensial ini, bisa terdapat gangguan inaktivasi aldosteron oleh Hepar, bahkan pada stadium dini. Menurunnya “Metabolic Clearance” ini nampaknya tak berhubungan dengan keseimbangan Natrium. Jika keadaan hiperaldosteronisme relatif dan tak sesuai ini disertai intake garam tinggi, maka akan menggangu pengaturan tekanan darah.

5.Jika penyakit hipertensi ini berlangsung terus sehingga Na tertimbun banyak pada dinding arteri, Na ini memungkinkan bekerjanya Vasopresor, khususnya Angiotensin II, menyebabkan pengaturan tekanan darah secara alamiah agak sukar.

Pada kebanyakan penyakit hipertensi, terutama yang ergolong renin rendah, terdapat sekresi berlebihan satu atau lebih mineralokortikoid :
-Sekresi 18 Hydroxy DOC (yang diatur oleh produksi ACTH) meningkat.
-Steroid Adrenalis lainnya yaitu progesteron meningkat.
Karena Progesteron menghambat kerja penahanan Na oleh aldosteron pada tubulus ginjal, dapat ditarik kesimpulan, bahwa peningkatan kadar progesteron plasma mencerminkan suatu usaha untuk menghalang-halangi pengaruh sekresi aldosteron yang tak sesuai atau mineralokortikoid lainnya yang kurang kuat.
Beberapa trace Element telah diduga sebagai penyebab berbagai bentuk Hipertensi :
Pada manusia,
Cadmium mempunyai presdisposisi terkumpul pada ginjal.
Jika diuretika digunakan untuk jangka waktu lama, maka penderita harus mendapat tambahan Mg dan Zn.
Pengelolaan Diitetik :
1.Instruksi yg cermat ditekankan untuk diit rendah garam.
2.Ratio K : Na diit harus dipertahankan :
- tanpa terapi diuretik, intake K : Na = 1,5 : 1
-Tambahan K diperlukan jika penggunaan diuretika mengurangi cadangan K tubuh, seperti yg diperlihatkan dengan merendahnya K serum.

Diit rendah garam :
Tujuan : Membantu menghilangkan retensi garam/air didalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada Hipertensi.
Syarat-syarat :
1.Cukup energi, Protein, Mineral dan Vitamin
2.Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan penyakit
3.Jumlah Na yang diperbolehkan disesuaikan dengan berat tidaknya retasi garam / air dan atau Hipertensi

Diit rendah garam ini diberikan kepada : Penderita dengan udem dan atau Hipertensi
-Penyakit Kegagalan Jantung (Decompensation Cordis)
-Cirrhosis Hepatis
-Penyakit ginjal tertentu
-Toksemia pada kehamilan
-Hipertensi Esensial

Diit rendah garam I (200-400 mg Na) untuk penderita dengan udem, Ascites dan atau Hipertensi berat
Diit rendah garam II (600-800 mg Na) untuk penderita dengan udem, Ascites dan tau Hipertensi tidak terlalu berat
Diit rendah garam III (1000-1200 mg Na) untuk penderita dengan udem dan atau Hipertensi ringan.
Makanan biasa rata-rata mengandung 2800-6000 mg Na/hari yang ekivalen dengan 7- 15 NaCl. Sebagian besar Na berasal dari garam dapur dan bahanh makanan yang mengandung Na tinggi.
Golongan Bahan Makanan Makanan yang boleh diberikan Makanan yang tidak boleh diberikan
Sumber Hidrat Arang

Makanan Yang boleh diberikan

-  Karbohidrat: Beras, bulgur, kentang, singkong, terigu, tapioka,
hunkwee, gula, makanan yang diolah dr bahan
makanan tersebut tanpa garam dapur dan soda,
seperti: makaroni, mie, bihun, roti, biskuit, kue kering dsb.
Dagingdanikanmaksimum100gram sehari; telur 1 butir sehari, susu maksimum 200gr/hari.

- Protein Semua kacang2 an dan hasilnya yang diolah dan dimasak tanpa garam.

- Semua sayuran segar;sayuranSayuran yg diawet tanpa garam dapur NaBenzoas dan Soda.

- Semua buah-buahan segar; buah-buahan yang diawet tanpa garam dapur, Na Benzoas dan Soda.
Minyak, margarin tanpa garam Margarin, mentega tanpa garam.
Semua bumbu2 segar dan kering yang tidak mengandung sodaGaram dapur dan lain ikatan Na

- Teh, kopi, minuman botol ringan

Makanan Yang tidak boleh dikonsumsi

- Roti, biscuit dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur dan atau soda
- Otak, ginjal, lidah, sardin, keju, daging, Ikan dan telur yg diawet dengan garam dapur, seperti: daging asap, ham, bacon, dendeng, abon, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering, telur asin, telur pindang, dsb.
Keju kacang tanah dan semua kacang2an dan hasilnya yang dimasak dengan garam dapur dan lain ikatan Na
Sayuran yg diawet dengan garam dapur dan lain ikatan Na, seperti sayuran dalam kaleng, sawi asin, asinan, acar, dsb.
Buah2an yg diawet dengan Garam dapur dan lain ikatan Na.
Margarin dan mentega Biasa.
- Garam dapur, “Baking Powder soda kue, vetsin dan bumbu yg mengandung garam dapur, seperti: kecap, terasi , maggi, tomato kecup, petis, tauco.
-Coklat

Kategori Artikel Kedokteran :: Kata Kunci: , , , ,judul kti gizi klinik, artikel sebab kreatinin rendah, kti gizi klinik, contoh kumpulan judul kti gizi klinik, kumpulan judul skripsi gizi klinik, resume stroke, anatomi fisiologi hipertensi, contoh jurnal hipertensi, judul skripsi gizi klinik 2010, judul skripsi tentang gizi klinik, sistole tinggi diastole rendah, penyimpangan KDM penyakit stroke, indikasi pasien rawat inap stroke, makalah tentang body mekanik, makalah judul kti gizi klinik, latar belakang kebutuhan psikososial, Kumpulan judul proposal jurusan gizi klinik, kreatinin yang rendah disebabkan oleh, kreatinin rendah bahaya tidak ya, kasus penyakit hipertensi0 Komentar

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Menarik Ini close