KARSINOMA PROSTAT

kanker prostat

Karsinoma prostat merupakan suatu tumor ganas yang tumbuh di dalam kelenjar prostat.3 Karsinoma prostat merupakan keganasan saluran kemih kedua paling sering dijumpai sesudah keganasan kandung kemih.1 95% di antara kanker prostat adalah adenokarsinoma.5

Tumor ini menyerang pasien yang berusia di atas 50 tahun, di antaranya 30% menyerang pria berusia 70-80 tahun dan 75% pada usia lebih dari 80 tahun. Kanker ini jarang menyerang pria sebelum berusia 45 tahun.2 kanker prostat merupakan penyebab  kematian nomor tiga akibat kanker pada pria dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada pria di atas 74 tahun.3

Insidens karsinoma prostat akhir-akhir ini mengalami peningkatan karena meningkatnya usia harapan hidup, penegakan diagnosis yang menjadi lebih baik, dan kewaspadaan tiap-tiap individu mengenai adanya keganasan prostat makin meningkat karena informasi dari majalah, media elektronik atau internet.2

ETIOLOGI DAN PATOGENESIS

Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga sebagai penyebab timbulnya adenokarsinoma prostat, yaitu predisposisi genetik, pengaruh hormonal, diet, pengaruh lingkungan dan infeksi.2 Kemungkinan untuk menderita kanker prostat menjadi dua kali jika saudara laki-lakinya menderita penyakit ini. Kemungkinannya naik menjadi lima kali jika ayah dan saudaranya juga menderita. Hal ini menunjukkan adanya faktor genetik yang melandasi terjadinya kanker prostat.2

Pria yang memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker prostat adalah pria kulit hitam yang berusia di atas 60 tahun, petani, pelukis dan pemaparan kadmium.3 Kanker prostat ternyata lebih banyak diderita oleh bangsa Afrika-Amerika yang berkulit hitam daripada bangsa kulit putih. Pada penelitian lain didapatkan bahwa bangsa Asia lebih sedikit menderita penyakit ini. Namun mereka yang pindah ke Amerika mendapatkan kemungkinan lebih besar menderita kanker ini daripada mereka yang tetap tinggal di negara asalnya. Ini menunjukkan bahwa pengaruh lingkungan dan kebiasaan hidup sehari-hari juga berperan dalam patogenesis penyakit ini. Pemaparan kadmium (Cd) yang banyak terdapat pada alat listrik dan baterai berhubungan erat dengan timulnya kanker prostat.2

Pertumbuhan dan perkembangan keganasan prostat bergantung pada hormon androgen. Hal ini tidak berarti bahwa karsinoma prostat disebabkan oleh hormon androgen. Banyak keganasan prostat yang sensitif terhadap hormon.1 Selain itu, perlu diketahui bahwa tidak ada hubungan antara hiperplasia prostat jinak dengan perkembangan ke arah keganasan.5

Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara diet tinggi lemak dan peningkatan kadar hormon testosteron.3 Diet yang banyak mengandung lemak, seperti susu yang berasal dari binatang, daging merah, dan hati diduga meningkatkan kejadian kanker prostat.2

Kanker prostat dikelompokkan menjadi:3

–          Stadium A : benjolan/tumor tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisis, biasanya ditemukan secara tidak sengaja setelah pembedahan prostat karena penyakit lain.

–          Stadium B : tumor terbatas pada prostat dan biasanya ditemukan pada pemeriksaan fisik atau tes PSA.

–          Stadium C : tumor telah menyebar keluar dari kapsul prostat tetapi belum sampai menyebar ke kelenjar getah bening.

–          Stadium D : Kanker telah menyebar (metastase) ke kelenjar getah bening regional maupun bagian tubuh lainnya (misalnya tulang dan paru-paru).

GAMBARAN KLINIS

Pada kanker prostat stadium dini sering kali tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda klinis. Tanda-tanda itu biasanya muncul setelah kanker berada pada stadium lanjut.1,2,3 Kebanyakan penderita baru datang pada stadium lanjut dengan keluhan obstruksi atau tanda-tanda metastasis ke tulang atau organ lain.1

Adapun keluhan obstruksi aliran kemih antara lain , disuri (nyeri saat miksi), dan kadang gejalanya menyerupai BPH (Beningn Prostate Hypertrophy) yaitu berupa kesulitan dalam berkemih dan sering berkemih di mana segera setelah berkemih, biasanya air kemih masih menetes-netes. Gejala tersebut timbul karena kanker menyebabkan penyumbatan parsial pada aliran kemih melalui uretra. Kanker prostat juga menyebabkan air kemih berwarna merah (hematuri) yang menandakan bahwa kanker telah menekan uretra.2,3 Selain itu, kanker prostat juga menyebabkan terjadinya penahanan air kemih mendadak. Gejala lainnya adalah nyeri punggung bagian bawah, nyeri ketika buang air besar, nokturia, inkontinensia uri, nyeri perut dan penurunan berat badan.3

Kanker prostat yang sudah mengadakan metastasis ke tulang memberikan gejala berupa nyeri tulang, fraktur pada tempat metastasis, atau kelainan neurologis akibat lesi medulla spinalis jika metastasis terjadi pada tulang vertebra.1,2 Namun, di dalam referensi lain dikatakan bahwa kadang metastasis tulang pun tidak memberi keluhan yang jelas.1 Akan tetapi, pada beberapa kasus, kanker prostat baru terdiagnosis setelah menyebar ke tulang (terutama tulang panggul, costa dan vertebra) atau ke ginjal (menyebabkan gagal ginjal).3

Kanker prostat juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kejang serta gejala mental atau neurologis lainnya.3

PEMERIKSAAN TAMBAHAN

Pemeriksaan fisis yang penting adalah pemeriksaan dengan melakukan colok dubur (rectal toucher).2 Pada karsinoma prostat, prostat teraba keras atau teraba benjolan yang konsistensinya lebih keras dari sekitarnya atau ada prostat yang asimetri dengan bagian yang lebih keras dan bentuknya tidak beraturan.1,3

Pada pemeriksaan darah dilakukan pengukuran kadar antigen prostat spesifik (PSA). Antigen spesifik prostat (PSA) ini hanya diproduksi oleh prostat, baik oleh epitel kelenjar yang normal maupun yang ganas. PSA biasanya meningkat pada kanker prostat, tetapi juga bisa meningkat (walaupun tidak terlalu tinggi) pada penderita BPH.3,4

Pada stadium dini, seringkali sulit untuk mendeteksi kanker prostat melalui colok dubur sehingga harus dibantu dengan pemeriksaan USG transrektal (TRUS). Kemampuan TRUS dalam mendeteksi kanker prostat dua kali leih baik daripada colok dubur di mana terdapat area hipo-ekoik pada 60% karsinoma prostat, yang merupakan salah satu tanda adanya kanker prostat dan sekaligus mengetahui kemungkinan ekstensi tumor ke ekstrakapsuler. Namun, MRI lebih akurat dalam menentukan luas ekstensi tumor ke ekstrakapsuler atau ke vesikula seminalis.2

Pemeriksaan sintigrafi (Bone scan) pada tulang dilakukan untuk mencari metastasis hematogen pada tulang. Meskipun pemeriksaan ini cukup sensitif, tetapi beberapa kelainan tulang juga dapat memberikan hasil positif palsu, antara lain: artritis degeneratif pada tulang belakang, penyakit Paget, dan penyakit tulang lainnya.2

PENATALAKSANAAN

Cara penanganan adenokarsinoma prostat ditujukan untuk meingkatkan umur harapan hidup dan mempertahankan kualitas hidup. Metodenya berbeda-beda tergantung dari umur pasien dan stadium penyakitnya.5

Penderita dengan stadium A1 di mana gejala dan tanda klinis tidak ada, sebaiknya diobservasi seumur hidup karena sebagian besar tidak akan berkembang menjadi stadium lanjut atau invasif. Kelangsungan hidup penderita pada stadium ini tidak berbeda dari orang tanpa karsinoma prostat.1

Pada pasien yang berada pada stadium A2 dan B, dilakukan prostatektomi radikal yaitu berupa pengangkatan kelenjar prostat bersama dengan vesikula seminalis. Hanya saja operasi ini dapat menimbulkan penyulit antara lain perdarahan, disfungsi ereksi, dan inkontinensia.2

Terapi radiasi ditujukan pada pasien usia tua atau pasien dengan tumor loko-invasif dan tumor yang telah mengadakan metastasis. Pemberian radiasi eksterna biasanya didahului dengan limfadenektomi. Diseksi kelenjar limfe saat ini dapat dikerjakan melalui bedah laparoskopik di samping operasi terbuka.2

Terapi dengan manipulasi hormonal bertujuan untuk mengurangi kadar testosteron. Penurunan kadar testosteron seringkali sangat efektif dalam mencegah pertumbuhan dan penyebaran kanker. Manipulasi hormonal terutama digunakan untuk meringankan gejala tanpa menyembuhkan kankernya, yaitu misalnya pada penderita yang kankernya telah menyebar.3

Jika dihubungkan dengan skenario, prioritas penatalaksanaan yang dapat dilakukan adalah memasang kateter. Selanjutnya melakukan pemeriksaan colok dubur dan pemeriksaan penunjang lainnya untuk membedakan karsinoma prostat dengan hiperplasia prostat jinak (BPH).

DAFTAR PUSTAKA

(1) Sjamsuhidajat R., Wim de Jong. 2005. Buku Ajar Ilmu Bedah. Hal.782-788. Penerbit

Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

(2) Purnomo,Basuki B. 2003. Dasar-Dasar Urologi. Edisi Kedua. Hal. 175-180. CV

Sagung Seto. Jakarta.

(3)http://www.medicastore.com/med/detail_pyk.php?idktg=18&iddtl=558&UID=200602  13100032222.124.150.155

(4) Boedi-Darmojo R., H. Hadi Martono. 2004. Karsinoma Prostat.Dalam: Buku Ajar

Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Edisi Ketiga. Hal. 411-413. Balai Penerbit

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

(5)   Price,Sylvia A., Lorraine M. Wilson. 1995. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-

Proses Penyakit. Edisi 4. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Kategori Info Penyakit :: Kata Kunci: , , , , ,karsinoma prostat, Sjmsuhidayat 20050 Komentar

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Menarik Ini close