HATI-HATI DENGAN WADAH MAKANAN ANDA

 

STYROFOAM

Styrofoam adalah wadah berbentuk seperti busa yang 95% berisi udara. Stryrofoam sering dijadikan wadah pengganti piring, mangkuk, dan lain-lain diberi kode nomer 6. Jika dibuang kea lam maka Styrofoam dapat menyebabkan polusi berat karena tidak bersifat biodegradable karena baru bisa terurai 500 tahun kemudian. Yang perludiwaspadai pada bahan kimia Styrofoam yang mengandung polystyrene dapat menyebablan iritasi pada kulit dan mata, gangguan sal.pernapasan atas, gangguan pencernaan. Sedangkan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan pada saraf hingga depresi, sakit kepala, dan gangguan pada ginjal. Stiren sebagai pembentuk polystiren dalam Styrofoam dikategorikan sebagai penyebab kanker oleh EPA (Environmental Protection Agency) dan IARC (International Agency for Research on Cancer). Styrofoam dapat mencemari makanan dalam kondisi suhu tinggi, misalnya memanaskan makanan dalam oven microwave.

styrofoam

 

 

 

 

Styrofoam aman digunakan bila bahan makanan yang diwadahi dalam bentuk kering. Sebagai tanda bahwa wadah yang anda gunakan aman ituk menjadi wadah makanan, maka produsen biasanya memberikan logo atau tulisan food grade, seperti dibawah ini.

KALENG

Kemasan kaleng dapat dibuat dari besi dan timah, selian itu juga mengandung belerang, karbon, silicon, tembaga, mangan, nikel. Untuk menghindari kontak langsung antara wadah makanan dan mencegah terjadinya korosi wadah logam tersebut, umumnya bagian dalam kaleng diberi pelapis. Pelapis yang mengandung resin epoksi yang mengandung bisphenol-A yang ditengarai berefek buruk bagi kesehatan karena bisa mengganggu reproduksi dan juga kanker.

Yang juga perlu diwaspadai, logam seperti kadmium, nikel, dan timbal, dikatakan juga bisa saja terdapat dalam kemasan kaleng dan bermigrasi dari kemasan kaleng (yang tidak diberi pelapis di bagian dalam) dalam bahan pangan yang dikemas. Migrasi pada makanan membuat bahan kimia pada kaleng mencemari makanan sehingga berbahaya bagi tubuh seperti mengganggu metabolisme tubuh, menyebabkan keasaman darah meningkat sehingga terjadi osteoporosis, dan gangguan pencernaan. Selain itu di dalam kaleng yang menggembung terdapat bakteri Clostridium botulinum dalam lingkungan kaleng tanpa oksigen (anaerobik). Bakteri ini memproduksi racun botulin yang dapat menyebabkan keracunan akut seperti kelumpuhan dan jika fatal dapat menyebabkan kematian.

PLASTIK

 

Bahan plastik dikatakan aman untuk digunakan sebagai wadah namun ada beberapa anggapan bahwa penambahan beberapa zat aditif dalam pembuatan plastik perlu diwaspadai. Untuk itu disarankan tidak mewadahi makanan cair ataupun semi basah, makanan panas dan berminyak atau asam, dengan menggunakan kantong plastic karena dapat mempercepat terjadi migrasi bahan kimia yang dapat mencemari makanan anda. Dalam migrasi dikenal istilah tolerable daily intake (TDI), yaitu batas yang tertinggi zat yang diperbolehkan masuk ke dalam tubuh seseorang. Jika konsumsi tidak melewati batas TDi maka secara teoritis akan terhindar dari bahaya zat tersebut. Namun jika konsumsi diatas TDI bertahun-tahun, akan menimbulkan gangguan kesehatan.

Kategori Artikel Kedokteran :: Kata Kunci: , , , , , ,skema oogenesis, pencegahan korosi pada kaleng makanan, Judul KTI amami0 Komentar

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Menarik Ini close