Seksio Sesarea

Seksio sesareaSeksio sesarea adalah Lahirnya janin melalui insisi pada dinding abdomen (laparotomi) dan insisi pada dinding uterus (histerotomi)

Seksio sesarea tidak dapat dilakukan disemua kondisi, sesksio sesarea dapat dilakukan berdasarkan indikasi dari faktor ibu seperti Wanita dengan abdominal cerclage, Lesi obstruksi pada traktus genitalis bawah: keganasan dan kondiloma vulvovaginal yang besar, Wanita dengan riwayat kolporafi dan inflammatory bowel disease yg mengenai anus

                Indikasi dari faktor janin berupa Malpresentasi, Kelainan kongenital: Neural Tube Defect,  Hidrosefalus, skeletal displasia sedangkan defek dinding  abdomen (gastroschisis dan omphalocele) masih kontroversi, Gawat janin, Infeksi herpes genital: Terutama bila pertama kali terinfeksi, bila infeksi yang rekuren risiko neonatal menurun karena adanya antibodi maternal, Infeksi HIV

                Indikasi dari faktor ibu dan janin berupa Plasenta previa, Disproporsi Kepala Panggul, Kontra indikasi untuk melahirkan pervaginam: Pada wanita dengan scar uterus (riwayat miomektomi atau seksio sesarea klasik.

Kontraindikasi

  • Keadaan kesehatan ibu (misalnya penyakit paru yg berat) di mana operasi dapat membahayakan keselamatan ibu
  • Janin dengan abnormalitas karyotypic (trisomy 13 atau 18)
  • Janin dengan kelainan kongenital yg dapat menyebabkan kematian (anencefalus)

Komplikasi

  • Dibandingkan dng persalinan pervaginam, mortalitas dan morbiditas ibu Ç
  • Angka mortalitas ibu : 6-22/100.000 kelahiran hidup dengan perkiraan 1/3 – 1/2 kematian ibu setelah seksio sesarea berkaitan langsung dengan prosedur operasi
  • Penyebab utama morbiditas dan mortalitas adalah infeksi, tromboemboli, komplikasi anestesi, dan trauma pembedahan

Komplikasi Intraoperatif

  • Laserasi uterus è lateral atau inferior, pada laserasi ke lateral hati-hati dengan a. uterina, pada laserasi ke inferior waspada thd ureter
  • Trauma kandung kemih è > 10% pada kasus ruptur uteri dan ± 4% pd seksio sesarea histerektomi
  • Trauma ureter è 0.1% dari seluruh seksio sesarea dan 0.5% pd seksio sesarea histerektomi
  • Trauma usus è < 0.1% dari seluruh seksio sesarea
  • Atonia uterus è !!! Multipara, polihidramnion, partus lama dengan gagal drips

Komplikasi Post oreatif

  • Endomiometritis postpartum
  • Infeksi luka : 2,5% – 15%
  • Dehisiensi luka : ± 5% dari pasien dengan infeksi luka
  • Infeksi traktus urinarius : 2-16%
  • Fungsi usus
  • Thromboemboli : Risiko terjadi trombus Ç 3-5 x lipat pada seksio sesarea
  • Tromboflebitis pelvis

Kategori Artikel Kedokteran :: Kata Kunci: , , , , , ,0 Komentar